Fahd A Rafiq Analisa Kasus Pembunuhan Arya Daru Pangayunan Diplomat Ahli Muda, Ini Seperti Serial Detektif Conan versi Indonesia

0
840

Jakarta, JNN.co.id – Kematian Diplomat Ahli Muda Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, 39, masih misteri dan menjadi teka teki di ruang publik tanah air ucapnya Fahd A Rafiq di Jakarta pada Senin, (10/8/2025).

Ketua Umum DPP BAPERA ini mengatakan, “Kematian Arya Dayu Pangayunan (Diplomat RI) ini dilakukan oleh orang yang cerdas polanya mirip film fiksi detektif Conan. Pihak Kepolisian RI Indonesia dalam hal ini Polda Metro jaya tampaknya kesulitan memecahkan misteri ini, terang Fahd.

Mantan Ketum DPP KNPI yang menyukai Serial detektif Conan ini faham dengan kasus seperti ini. Ini adalah kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh orang cerdas yang juga menyukai film yang diperankan Shinichi Kudo ini.

Mantan Ketum DPP KNPI menganalisa kasus ini banyak celah yang tidak disadari pelaku, ungkapnya. Pelaku seolah ingin bermain teka teki dengan pihak aparat kepolisian. Mantan Ketum PP-AMPG ini sangat tertantang dengan kasus rumit ini, apalagi berkaitan langsung dengan buruh migran, terangnya.

Kasus buruh migran Indonesia (BMI) banyak menyisakan pilu yang menyayat hati khususnya buruh migran ilegal yang mencoreng nama indonesia di muka Internasional. Tragedi WNI di Vietnam, Kamboja WNI disiksa secara tidak manusiawi, ini baru sebongkah gunung es yang mencair. Ada oknum yang terganggu karena dapurnya terusik, paparnya.

Fahd melanjutkan analisis Kasus Kematian Diplomat dan Pegawai Kemendagri. Disini ada banyak hal mencurigakan yang harus kita perhatikan. Apa Benang Merah Dua Kasus yang Terpisah, “Ini bukan sekadar dua kasus terpisah. Ada hubungan yang jelas, meskipun samar.

Fahd melihat, Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan Kasus ini adalah pembunuhan, bukan bunuh diri. Seseorang yang ingin bunuh diri tidak akan melakban wajahnya sampai seluruhnya tertutup. Bahkan, akan sulit sekali melakukan hal tersebut sendiri.

Lakban itu pasti ditempelkan oleh orang lain. Posisinya yang terlilit lakban dan tertutup selimut menguatkan dugaan bahwa pembunuh ingin membuat seolah-olah kematiannya tidak wajar, namun pada saat yang sama, ia ingin menghilangkan jejak.

Mantan Ketum PP – AMPG ini melihat motif pembunuhan kunci ada pada pekerjaan Arya Daru. Dia adalah seorang diplomat yang menangani kasus-kasus sensitif, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jepang. Ada kemungkinan besar pembunuh adalah salah satu anggota sindikat kejahatan yang Arya Daru tangani, terangnya.

Fahd melihat Pelaku ini sangat rapi dan berhasil masuk ke kos Arya Daru tanpa jejak, membunuhnya dengan cara yang rumit, dan keluar tanpa disadari oleh penjaga kos. Ini menunjukkan pelaku adalah orang cerdas, terencana, dan mungkin memiliki latar belakang kriminal yang sudah berpengalaman.

Bagaimana dengan Kematian Pegawai Kemendagri Inisial OS? Hal Ini juga pembunuhan, bukan kecelakaan. Kematian OS dituduh akibat longsor, tetapi mayatnya ditemukan di sungai, dengan kondisi yang sangat aneh. Kepalanya rusak dan alat kelaminnya hilang, Tentu saja, itu bukan karena dimakan biawak. Ini adalah tindakan yang disengaja untuk menghilangkan identitas korban. Pelaku tidak ingin mayatnya dikenali. Jika mayatnya dikenali, penyelidikan akan mengarah pada kasus pembunuhan, bukan kecelakaan, terangnya.

Fahd melihat Motif pembunuhan Kematian OS terjadi setelah kematian Arya Daru. Analisa Fahd Ini mengindikasikan bahwa OS adalah saksi kunci dalam kasus kematian Arya Daru. Mungkin OS melihat, mendengar, atau memiliki informasi penting yang berkaitan dengan kematian Arya Daru. Oleh karena itu, dia harus dibungkam.

Kecurigaan pada lokasi penemuan Mayat OS ditemukan di Kali Ciliwung. Ini bisa jadi hanyalah kebetulan, atau bisa jadi sebuah petunjuk. Apakah pelaku sengaja membuangnya di sana untuk mengaburkan fakta bahwa dia dibunuh di tempat lain?

“Itu dia! Ada satu orang yang mengendalikan kedua kasus ini!”

Penyelidikan harus difokuskan pada satu titik, yaitu siapa yang menghubungi Arya Daru dan OS sebelum kematian mereka? Ponsel Arya Daru dan OS pasti menyimpan informasi penting. Siapa yang terakhir kali mereka telepon? Siapa yang mengirim mereka pesan?

Fahd melihat ada kemungkinan, satu dalang utama di balik ini semua. Dalang ini mungkin adalah bos besar dari sindikat TPPO yang tidak ingin aibnya terbongkar. Dia membunuh Arya Daru yang merupakan ancaman besar. Kemudian, dia membunuh OS yang memiliki informasi tentang pembunuhan tersebut.

Semua bukti mengarah pada satu kesimpulan, kasus ini adalah kejahatan terencana yang melibatkan dua pembunuhan untuk menyembunyikan kejahatan yang lebih besar.” Masa iya negara kalah dengan kasus seperti ini, dan tidak bisa memecahkan teka teki seru ini.

Fahd meyakini ada informan dari dalam institusi tersebut yang membocorkan dan sangat detail menganalisa korban, dan ingat ini hanya analisa simpel karena masih banyak analisa lain yang belum saya paparkan ke publik. Saya hanya menggunakan metode deduksi, tutup dosen yang mengajar di Negeri Jiran ini.( A.S.W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here