Kunjungan Dandim Jakarta Timur ke Sekretariat PPWI: Membangun Sinergi dan Klarifikasi

0
300

Jakarta, JNN.co.id – Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0505 Jakarta Timur, Kolonel TNI Infanteri Nelson Paido Makmur Marpaung, melakukan kunjungan silahturahmi ke Sekretariat Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di bilangan Slipi, Jakarta Barat. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menjalin komunikasi serta memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang diluncurkan oleh PPWI sehari sebelumnya.

Kedatangan Kolonel Marpaung disambut hangat oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama wartawan yang berada di sekretariat. Suasana pertemuan terjalin dengan akrab, diwarnai dialog terbuka yang konstruktif. Diskusi diawali dengan membahas peran TNI dan media dalam menjaga keseimbangan demokrasi di Indonesia.

“Media dan TNI sama-sama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas bangsa,” ungkap Wilson Lalengke, menekankan pentingnya komunikasi jujur untuk menghindari kesalahpahaman.

Topik utama pertemuan mengarah pada pemberitaan yang mengaitkan nama Kolonel Nelson Marpaung dengan dugaan keterlibatan sebagai backing perusahaan perusak hutan, Surya Dumai Group. Dugaan ini muncul setelah Nelson bertemu dengan Ketua Petir DKI Jakarta, Jesayas Sihombing, di sebuah café pada 2024, di mana Nelson disebut meminta untuk tidak melakukan aksi demonstrasi.

Kolonel Marpaung menanggapi isu tersebut dengan tegas. “Saya ingin meluruskan informasi yang beredar. Pertemuan saya dengan Saudara Jesayas bukan untuk membatalkan aksi demo, tetapi untuk memastikan aksi tersebut berjalan damai,” jelasnya. Ia menekankan bahwa tugasnya saat itu sebagai anggota Waas intel Kodam Jaya adalah memantau perkembangan sosial dan menjaga keamanan Jakarta.

Nelson menegaskan tidak ada hubungan dengan Surya Dumai Group dan menegaskan, “Kehadiran saya dalam pertemuan murni karena tugas negara.”

Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kolonel Marpaung. “Klarifikasi ini sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh,” ujarnya, menambahkan bahwa PPWI akan mengedepankan publikasi yang seimbang.

Dalam kesempatan tersebut, Lalengke juga menekankan pentingnya TNI bekerja sama dengan masyarakat dalam menghadapi isu lingkungan. “Tugas negara yang diembankan kepada TNI adalah melindungi segenap bangsa Indonesia,” pintanya.

Kolonel Marpaung menekankan pentingnya dialog dengan media, menganggap wartawan sebagai mitra strategis dalam menjaga demokrasi. “Klarifikasi ini saya lakukan agar tidak ada kesalahpahaman yang merusak kepercayaan publik,” tegasnya.

Kunjungan tersebut menutup ruang bagi kesalahpahaman dan membuka jalan untuk kerja sama yang lebih erat antara aparat negara dan masyarakat sipil. Wilson Lalengke pun menggarisbawahi perlunya bergandeng tangan dalam perjuangan melawan perusakan lingkungan.

“Dengan komunikasi yang jujur dan terbuka, demokrasi Indonesia akan semakin kuat,” tutupnya. Kunjungan ini menciptakan momentum penting dalam sinergi antara TNI dan media, dengan harapan kepercayaan publik terhadap institusi negara maupun media dapat terus terjaga. (Zai/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here