Wakapolda Metro Jaya Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan May Day 2026 di DPR/MPR

0
58
Jakarta, JNN.co.id – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono memimpin apel kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan DPR/MPR RI, Jumat (1/5). Sebanyak 6.678 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Dalam arahannya, Wakapolda menekankan bahwa peringatan May Day di Jakarta meliputi kegiatan di Monas serta aksi di area DPR/MPR. Ia meminta personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif agar pelayanan kepada masyarakat serta peserta aksi dapat berjalan maksimal.
“Seluruh rangkaian harus berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan mengedepankan pendekatan humanis serta persuasif,” ujar Brigjen Pol. Dekananto.
Selain itu, Wakapolda mengingatkan bahwa penegakan hukum merupakan langkah terakhir. Seluruh personel juga diminta menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), menjaga formasi, tidak bertindak sendiri, serta dilarang membawa senjata api. Penggunaan kekuatan, katanya, hanya dilakukan atas perintah pimpinan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebutkan personel gabungan terdiri dari 4.633 personel Polri, 1.050 TNI, 95 unsur Pemprov DKI, 400 Pamdal, serta 500 unsur masyarakat.
“Personel hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan rekan-rekan buruh dengan pendekatan humanis,” kata Kombes Budi.
Kombes Budi menyampaikan bahwa massa diperkirakan sekitar 5.000 orang, dengan perwakilan buruh akan diterima oleh DPR RI. Ia menambahkan, selain di area DPR/MPR, kegiatan juga berlangsung di Monas dan kawasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta.
Pengamanan, lanjutnya, akan dilakukan secara persuasif dan dialogis, termasuk penyesuaian rekayasa lalu lintas sesuai dinamika di lapangan.
Terkait arus lalu lintas, Polda Metro Jaya menerapkan rekayasa secara fungsional dan situasional. Langkah pengalihan arus akan menyesuaikan kepadatan di sekitar Monas, DPR/MPR RI, Disnaker Provinsi DKI Jakarta, serta jalur pergerakan massa.
“Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Masyarakat kami imbau mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi dari Polda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas.
Di akhir, Kombes Budi mengimbau peserta aksi agar menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Ia mengajak seluruh pihak, baik peserta kegiatan maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
“Kami mengajak seluruh peserta kegiatan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta. Sampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.(Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here