Blitar, JNN.co.id – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Kabupaten Blitar menemukan adanya praktik jual beli susu “Susu Sekolah” yang seharusnya gratis dan merupakan bantuan pemerintah.
Susu kemasan tersebut, yang secara jelas mencantumkan tulisan “SUSU GRATIS PROGRAM MBG” dan “Tidak Untuk Diperjualbelikan,” ternyata didistribusikan sebagai salah satu menu dalam program MBG di Sekolah Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kunir, yang berlokasi di Wonodadi, Kabupaten Blitar.
Kronologi dan Pengakuan SPPG
Temuan ini berawal dari laporan yang diterima BRNR Kabupaten Blitar melalui Koordinator Kecamatan Wonodadi terkait susu gratis yang diperjualbelikan pada kegiatan MBG di MIN 3 Wonodadi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BRNR segera turun ke lapangan.
Dari hasil penelusuran dan konfirmasi, terungkap bahwa pihak SPPG Kunir mendapatkan susu tersebut melalui pembelian.
“Pihak SPPG mendapatkan susu tersebut dari mitra berinisial S dengan membelinya persatuan seharga Rp 3.500,” demikian keterangan yang diperoleh.
Kepala SPPG Kunir, Ainun Najib, membenarkan adanya transaksi tersebut. Ainun Najib secara terbuka mengakui bahwa susu yang berlabel bantuan pemerintah itu memang didapatkan dari mitra dan dibeli seharga Rp 3.500 per kemasan.
Fokus utama adalah pada jenis produk susu yang dibagikan dan komposisinya, terutama setelah distributor mengakui bahwa produk yang didistribusikan berasal dari merek Diamond.
Temuan Distributor Mengenai Produk
Dalam sebuah wawancara, Aji seorang distributor yang terlibat dalam penyaluran susu ini saat ditemui awak media di kantornya yang berada si desa Bendosari Sanankulon Blitar mengungkapkan beberapa fakta penting mengenai produk yang beredar:
* Identitas Produk:
Distributor tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa mereka melayani distribusi di wilayah Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Mereka juga mengonfirmasi bahwa produk susu yang mereka beli dari produsen adalah merek Diamond.
* Perbandingan Komposisi: Distributor membandingkan produk Diamond dengan merek lain yang populer, Ultra Milk, terutama dalam konteks susu HT (High-Temperature):
* Ultra Milk dianggap sebagai produk nomor satu, dengan komposisi 100% susu segar.
* Diamond memiliki komposisi yang berbeda, yaitu hanya 30% susu segar dan sisanya terdiri dari komposisi lain berupa endapan susu.
* Nilai Gizi: Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam persentase kandungan susu segar, distributor berpendapat bahwa nilai gizi antara kedua produk tersebut tidak terlalu jauh berbeda atau kurang lebih sama.
BRNR Kabupaten Blitar minta Tindak Lanjut
Praktik penjualan susu gratis ini jelas melanggar ketentuan program bantuan pemerintah dan berpotensi merugikan negara serta mencederai tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis. Ketua DPC BRNR Kabupaten Blitar Sutrisno, S.H mendesak agar temuan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, terutama untuk mengusut tuntas siapa pihak telah menyalah gunakan tulisan gratis bantuan pemerintah serta men cantumkan logo BGN tersebut.(Tim)









