Pemkab Blitar Hadirkan Layanan Kesehatan Lebih Baik Lewat Dana DBHCHT 2025

0
64

Blitar, JNN.co.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Upaya ini kian diperkuat dengan diterimanya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 sebesar Rp15,2 miliar.

Dana tersebut akan difokuskan pada berbagai program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar,Murdianto, menjelaskan bahwa porsi terbesar anggaran, yakni sekitar Rp12,6 miliar, akan dialokasikan untuk Program Bantuan Iuran Daerah (PBID). Program ini membantu membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh jaminan kesehatan.

“PBID menjadi program prioritas karena berdampak langsung pada akses layanan kesehatan masyarakat. Dengan bantuan ini, warga kurang mampu tetap bisa mendapatkan jaminan kesehatan tanpa terkendala biaya,” ujar Murdianto,(13/11/2025).

Selain PBID, Dinas Kesehatan juga menyiapkan Rp1,68 miliar untuk rehabilitasi dan peningkatan sarana layanan kesehatan, seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Sementara itu, Rp864 juta lainnyadigunakan untuk pengadaan obat-obatan agar stok di fasilitas kesehatan tetap aman dan mencukupi.

“Dengan tambahan anggaran ini, kami optimistis pelayanan kesehatan di Kabupaten Blitar akan semakin cepat, tepat, dan merata,” tambahnya.
Secara keseluruhan, DBHCHT Kabupaten Blitar 2025 dialokasikan ke tiga sektor utama: 40 persen untukkesehatan, 50 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan 10 persen untuk penegakan hukum, termasuk penanggulangan peredaran rokok ilegal.

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap, dukungan dana DBHCHT tahun ini dapat memperkuat berbagai program kesehatan strategis demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

“Fokus kami adalah memastikan dana ini digunakan tepat sasaran — memperluas jangkauan layanan BPJS bagi warga kurang mampu dan memperkuat fasilitas kesehatan, terutama di wilayah pedesaan,” pungkas Murdianto.(Adv/Vol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here