Lahat, JNN.co.id – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTBA menggelar Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Budidaya Ayam Petelur Skala Rumahan dan Komunal di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 kepala keluarga penerima manfaat Program PPM PTBA. Program ini menjadi tahap awal pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan ayam petelur yang diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Pada tahap awal, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, pembangunan 50 unit kandang skala rumahan dan satu unit kandang komunal, penyediaan pakan, serta pendampingan teknis oleh tenaga ahli.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PTBA.
«“PTBA tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujar Eko.»
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi serta keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, mitra pelaksana, tenaga ahli hingga masyarakat penerima manfaat.
Eko menjelaskan, program tersebut dirancang secara bertahap dan terukur. Tidak hanya menyediakan sarana produksi, PTBA juga memberikan pelatihan dan pendampingan teknis agar masyarakat memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai dalam menjalankan usaha budidaya ayam petelur.
«“Program ini kami rancang secara bertahap dan terukur. Selain dukungan sarana, masyarakat mendapatkan pelatihan serta pendampingan teknis agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan budidaya ayam petelur. Harapannya, usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.»
Dalam pelaksanaannya, PTBA berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana. Pelatihan juga menghadirkan pakar budidaya ayam petelur, Muhammad Yusuf, S.Pt., M.Si., sebagai narasumber.
Program tersebut turut mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.
Melalui program ini, PTBA berharap masyarakat penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan awal, tetapi mampu mengembangkan usaha peternakan secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. (Red)





