PWI Ponorogo Sayangkan Sikap Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Berpotensi Halangi Tugas Jurnalistik

0
52

Ponorogo, JNN.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ponorogo mengecam atas tindakan tidak menyenangkan yang menimpa reporter radio Duta Nusantara, Endang Widayati saat menjalankan tugas peliputan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis (30/7/2026) kemarin.

Insiden yang terjadi di halaman belakang kantor Kejari Ponorogo tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Anik Suharto.

Saat itu Endang Widayati yang melihat kedatangan Anik Suharto bersama Dwi Agus Prayitno berusaha menyapa Anik Suharto. Sambil berjalan mendekat hendak mewancarai sembari mengambil gambar kedatangan Anik Suharto yang akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tunjangan perumahan, secara tiba-tiba Anik Suharto mengarahkan tangannya ke ponsel milik Endang yang sedang aktif merekam sambil berucap harus ijin terlebih dahulu.

“Dalam acara seperti ini kalau mau mengambil foto harus izin saya,” kata Anik Suharto di lokasi kejadian.

Endang sangat menyayangkan insiden yang menimpa dirinya saat menjalankan tugas jurnalistik tersebut.

“Saya sangat menyayangkan upaya pembatasan tersebut, padahal kami bekerja dilindungi hukum dan UU Pers untuk menyampaikan informasi publik,” ujar Endang.

Menanggapi insiden ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ponorogo, W. Arso, mengecam keras tindakan Anik Suharto yang dinilai berpotensi menghalang-halangi tugas jurnalistik.

Menurutnya, tindakan tersebut jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

​Dalam Pasal 4 Ayat (3) UU Pers secara tegas disebutkan bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

​”Kami menyayangkan sikap tidak kooperatif dari pejabat publik tersebut. Hal itu berpotensi menghalang-halangi tugas wartawan yang bekerja di bawah naungan undang-undang pers,” ucap Arso.

​Mengingat Endang merupakan anggota dan juga pengurus aktif PWI Ponorogo, Arso langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Ketua PWI Jawa Timur guna menentukan langkah organisasi selanjutnya.

​”Kami sebagai pengurus PWI, yang merupakan organisasi kewartawanan tertua dan salah satu konstituen Dewan Pers, belum menentukan langkah apa yang akan ditempuh. Saat ini kami masih berkomunikasi dan menunggu saran serta arahan dari Ketua PWI Jawa Timur,” pungkasnya.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here