Atraksi Kolone Senjata Bentuk “80th Polri” Warnai Upacara Hari Bhayangkara ke-80

0
55

Bogor, JNN.co.id – Atraksi Kolone Senjata menjadi salah satu sajian yang paling mendapat perhatian dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu (1/7). Dengan mengandalkan kekompakan, disiplin, dan ketepatan gerakan, personel Polri membentuk formasi senjata yang menghasilkan tulisan “80th Polri” sebagai simbol delapan dekade pengabdian Korps Bhayangkara kepada bangsa dan negara.

Atraksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pejabat negara, pimpinan TNI-Polri, serta ribuan masyarakat yang menyaksikan langsung peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bertema “Polri untuk Masyarakat.”

Profesionalisme
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa atraksi Kolone Senjata bukan sekadar pertunjukan seremonial. Menurutnya, atraksi itu menggambarkan karakter dasar insan Bhayangkara yang menjunjung tinggi disiplin, kekompakan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kolone Senjata menuntut kekompakan, konsentrasi, disiplin, dan ketepatan gerakan. Nilai-nilai itu merupakan cerminan karakter yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Johnny menjelaskan, formasi “80th Polri” yang dibentuk dalam atraksi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian Polri selama delapan dekade sekaligus semangat untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.

“Pembentukan logo 80 tahun Polri melalui atraksi Kolone Senapan menjadi simbol perjalanan pengabdian Polri selama delapan puluh tahun. Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Selain Kolone Senjata, upacara Hari Bhayangkara ke-80 juga diramaikan dengan berbagai rangkaian atraksi, seperti demonstrasi kemampuan personel Korps Brimob, simulasi pembebasan sandera, penerjunan personel, parade kendaraan operasional, serta defile yang melibatkan puluhan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi Polri dengan seluruh komponen bangsa.

Melalui keseluruhan rangkaian tersebut, Polri tidak hanya menampilkan kesiapsiagaan dan kemampuan operasional, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat sesuai tema “Polri untuk Masyarakat.”(Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here