Tulungagung, JNN.co.id – Pemerintah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) BUMDesa yang dirangkaikan dengan agenda pemeringkatan BUMDesa serta penyampaian laporan tahunan 2025. Kegiatan yang berlangsung di aula kecamatan, Senin (13/4/2026), ini diikuti oleh perwakilan dari 18 desa se-Kecamatan Ngunut.
Sebanyak 36 peserta hadir, masing-masing desa mengirimkan dua perwakilan, yakni sekretaris BUMDesa atau yang mewakili. Kehadiran peserta dibatasi untuk mempercepat proses penginputan data dalam sistem pemeringkatan, sekaligus menjaga efektivitas kegiatan.
Rakor ini menegaskan bahwa pemeringkatan BUMDesa merupakan instrumen penting untuk memastikan keberadaan BUMDes tidak hanya sebatas formalitas, tetapi benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ngunut, Riyanti, menekankan bahwa pemeringkatan menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMDes.
“Pemeringkatan ini menjadi cermin bagi kita semua untuk melihat sejauh mana kinerja BUMDes di masing-masing desa. Bukan hanya administrasi, tetapi juga bagaimana pengelolaan usaha mampu berkembang, profesional, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi lokal desa guna mendorong kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Ngunut, Muhammad Ibnu Athoillah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat posisi BUMDes sebagai pilar ekonomi desa.
“Melalui pemeringkatan ini, kita bisa mengetahui posisi dan perkembangan BUMDes. Harapannya, ke depan BUMDes benar-benar mampu menjadi penopang ekonomi desa dan mendorong terwujudnya desa mandiri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, mayoritas unit usaha BUMDes di Kecamatan Ngunut masih didominasi sektor ketahanan pangan, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Komoditas padi menjadi andalan di sektor pertanian, sementara perikanan didominasi budidaya ikan patin dan gurami, serta peternakan yang fokus pada penggemukan sapi.
Selain itu, sejumlah BUMDes mulai berinovasi dengan mengembangkan layanan digital seperti PPOB (Payment Point Online Bank) dan marketplace atau penjualan berbasis online sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Dalam satu tahun terakhir, perkembangan BUMDes di Kecamatan Ngunut menunjukkan tren positif. Beberapa desa mengalami peningkatan signifikan, sementara sebagian lainnya masih stabil, tanpa adanya penurunan.
“Bahkan ada desa seperti Sumberejo Kulon yang menunjukkan perkembangan cukup baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam Rakor ini juga dijelaskan bahwa pemeringkatan BUMDesa dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama. Di antaranya meliputi aspek kelembagaan, seperti kepemilikan badan hukum, kelengkapan AD/ART, serta struktur organisasi yang jelas.
Kemudian aspek manajemen, mencakup ketersediaan rencana kerja, pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes), serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pada aspek usaha, penilaian difokuskan pada jumlah dan jenis unit usaha, kesesuaian dengan potensi desa, serta legalitas usaha.
Selain itu, aspek kemitraan juga menjadi perhatian, yakni kemampuan BUMDes menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dan efektivitasnya dalam meningkatkan pendapatan. Aspek lainnya meliputi aset dan permodalan, administrasi dan pelaporan keuangan, hingga kontribusi keuntungan serta dampak sosial bagi masyarakat.
Adapun tujuan utama dari pemeringkatan ini adalah untuk mengukur kinerja dan kesehatan pengelolaan BUMDes secara objektif, sekaligus menentukan klasifikasi dalam empat kategori, yaitu Perintis, Pemula, Berkembang, dan Maju.
Hasil pemeringkatan ini nantinya akan menjadi dasar pembinaan bagi pemerintah pusat, daerah, maupun desa, serta acuan dalam pemberian bantuan atau stimulus permodalan. Selain itu, pemeringkatan juga berfungsi sebagai pemetaan potensi dan permasalahan BUMDes secara menyeluruh guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh BUMDesa di Kecamatan Ngunut dapat terus meningkatkan kapasitas, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan unit usaha yang produktif. Dengan demikian, BUMDes benar-benar mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Aris)





