Sastranegara Living Academy Ajarkan Teknik Raih Sukses Lahir Batin

0
78

Bekasi, JNN.co.id – Kembali Sastrajendra Living Academy (SLA) menggelar kegiatan pembelajaran dan refleksi yang menitikberatkan pada pembinaan mental, spiritual, kesadaran diri serta pengembangan kualitas pribadi.

Kegiatan ini mengusung tema Wellness Holistic Care atau membangun mental spiritual untuk hidup sukses tercerahkan.

Kegiatan digelar di Resto Sauciko, Jalan Cikunir Raya No. 88, Bekasi Selatan, Jawa Barat Kamis pekan lalu.

Untuk Piwulang (pengajaran) tingkat 1 dipimpin langsung oleh Ki Ageng Nawang Jati atau Toni Junus Kanjeng. NgGung, bersama Nyi Anggrek sebagai asisten sesepuh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Sastrajendra Living Academy (SLA) yang memperkenalkan pembelajaran dengan memadukan aspek mental, spiritual, kesadaran diri, dan pengembangan kualitas manusia.

Dalam pendekatan yang diperkenalkan SLA, kualitas kehidupan itu berkaitan dengan kemampuan seseorang memahami dirinya, mengelola kondisi mental dan kehidupan batin, membangun kesadaran, serta menemukan makna yang lebih mendalam dalam perjalanan hidup mencapai “Kasampurnaning Hurip”, sukses lahir batin.

Ada tiga pembelajaran yang menjadi bagian dari kerangka spiritual Piwulang tingkat 1 dalam SLA.

Diawali dengan Bukaan Kunci Purwa. Ini bagian dari proses menghubungkan diri dengan “Sukma Sejati”

Dilanjutkan dengan Samadhi Genta Pangreksan sebagai bagian upaya seseorang untuk mendapatkan
perlindungan lahir dan batin sebagai ilmu keselamatan.

Setelah itu menuju kegiatan ketiga, yaitu
Samadhi Asesuci Agni. Ini bagian proses penyucian diri menuju transformasi spiritual.

Toni Junus menegaskan, konsep-konsep tersebut merupakan bagian dari kerangka pembelajaran dan pemaknaan spiritual yang diperkenalkan oleh Sastrajendra Living Academy.

“Karena berada dalam ranah spiritualitas dan pengalaman batin, maka pemaknaan maupun pengalaman setiap peserta dapat berbeda. Dan tidak dapat diperlakukan sebagai klaim ilmiah yang berlaku secara universal,” kata Toni.

Menurut Ati Lendra, salah satu peserta didik kegiatan ini, Piwulang 1 memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta untuk mengalami proses pembelajaran secara personal.
Menurutnya, membangun mental spiritual untuk hidup sukses tercerahkan. mencerminkan cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pribadi yang memiliki berbagai dimensi kehidupan.

Dengan mental yang kuat dan spiritualitas yang matang, setiap individu diharapkan mampu menghadapi tantangan secara lebih bijaksana, mengambil keputusan dengan jernih, serta membangun kehidupan yang bukan hanya sukses duniawi, tetapi juga bermakna dan tercerahkan.

SLA mengajak peserta melihat manusia secara utuh dengan mencerminkan pendekatan yang memandang manusia secara lebih menyeluruh.

Toni Junus Kanjeng NgGung mengatakan,
“Sastrajendra Living Academy menempatkan pembangunan mental dan spiritual sebagai bagian dari proses pembentukan pribadi, dengan ajaran khusus wahyu Sastrajendra dengan praktek pernapasan Ujjayi Pranayama, dilatihkan dalam ajaran Samadhi Genta Pangreksan.

Kata “pangreksan” artinya perlindungan lahir batin dari Tuhan YME.

“Kalau di zaman dahulu disebut ilmu keselamatan, menuju kehidupan yang sukses dan tercerahkan dengan level spiritual yang tinggi. Yang tidak paham ini dikira kita sedang belajar ilmu kanuragan atau kesaktian. Bukan. Bukan itu,” tegas Romo Toni Junus.

Di tengah budaya yang sering menempatkan pencapaian material, status, popularitas, dan karier sebagai indikator kesuksesan, kegiatan ini mengajak peserta untuk melihat dimensi lain yang tidak selalu terlihat dari luar, tapi kedalaman kesadaran, kemampuan mengenali diri, pengendalian diri, serta kualitas hubungan seseorang dengan kehidupan.

Peserta lainnya, Benny Oxford mengatakan proses tersebut dapat dirasakan sebagai ruang bagi individu untuk melakukan pengenalan dan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

Benny menambahkan,
dari pencapaian eksternal menuju transformasi internal
Piwulang tingkat 1 membangun kualitas manusia agar tidak berhenti pada kemampuan mencapai sesuatu di luar dirinya.
Melainkan pencapaian lahiriah dan kedalaman batin yang ditempatkan secara berdampingan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih seimbang.

Melalui Piwulang I, SLA berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan refleksi diri, pengembangan mental, spiritualitas, dan pencarian makna kehidupan.

Pada akhirnya, menurut Toni Junus, inti pesan yang dibawa kegiatan tersebut bukan sekadar tentang seberapa jauh seseorang mampu mencapai tujuan keduniawian, tetapi juga seberapa dalam untuk mampu mengenali dirinya sendiri.

“Kesuksesan yang hanya terlihat dari luar belum tentu mencerminkan kedalaman kehidupan seseorang. Sebaliknya, proses memahami diri, membangun kesadaran, dan menemukan keseimbangan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih utuh,” jelasnya.

Piwulang I menjadi salah satu tahapan untuk mengajak peserta melihat kembali hubungan antara pencapaian lahiriah dan kehidupan batin agar keberhasilan tidak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang dimiliki, tetapi juga sebagai kualitas kehidupan yang dihayati dengan sadar.
(Yami Wahyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here