SMSI Sumenep Dorong UKW SKK Migas Jabanusa Digelar di Madura, Wartawan Pemula Jangan Terpinggirkan

0
38

Sumenep, JNN.co.id – Program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang intens digelar SKK Migas Jabanusa mendapat apresiasi dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Namun, pelaksanaan UKW tersebut diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan juga menyentuh wartawan di daerah, khususnya Madura.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai UKW merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di tengah tuntutan industri media yang semakin dinamis.

“Kami mengapresiasi SKK Migas Jabanusa yang intens melaksanakan UKW bagi wartawan. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan kepada wartawan meningkatkan kompetensinya,” ujar Wahyudi, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kesempatan mengikuti UKW perlu diperluas, terutama bagi wartawan yang berada di daerah dan mereka yang masih tergolong pemula.

Wahyudi menyebut, hingga saat ini masih banyak wartawan di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, yang belum memiliki kesempatan mengikuti UKW. Salah satu kendalanya adalah akses untuk mengikuti UKW melalui program yang diselenggarakan institusi tertentu.

“Kalau mengikuti UKW melalui program SKK Migas, biasanya yang mendapat kesempatan adalah wartawan yang mendapatkan undangan. Sementara banyak wartawan di daerah yang belum tersentuh,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Wahyudi, UKW melalui jalur mandiri juga tidak selalu mudah dijangkau. Biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan bagi wartawan, terutama bagi mereka yang baru merintis profesinya.

Karena itu, SMSI Sumenep mendorong agar SKK Migas Jabanusa dapat mempertimbangkan Madura sebagai salah satu lokasi pelaksanaan UKW.

“Harapan kami, ke depan pelaksanaan UKW juga bisa ditempatkan di wilayah Madura. Dengan begitu, wartawan daerah, termasuk wartawan pemula, mempunyai kesempatan yang lebih terbuka untuk meningkatkan kompetensinya,” tegas Wahyudi.

Ia menilai pelaksanaan UKW di daerah bukan sekadar persoalan lokasi, tetapi juga menyangkut pemerataan kesempatan peningkatan kapasitas wartawan.

Apalagi, Madura memiliki banyak media dan wartawan yang selama ini aktif melakukan peliputan berbagai persoalan masyarakat, pembangunan daerah, hingga aktivitas industri dan ekonomi.

Wahyudi juga mengingat bahwa kegiatan UKW di wilayah Madura, khususnya Sumenep, sebelumnya pernah dilaksanakan oleh PT Kangean Energi Indonesia (KEI). Berdasarkan ingatannya, kegiatan tersebut berlangsung sebanyak dua kali, yakni sekitar 2021 dan 2022.

“Kalau tidak keliru, PT KEI pernah melaksanakan UKW di Sumenep dua kali, sekitar tahun 2021 dan 2022. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW di Madura sangat memungkinkan,” ujarnya.

Selain mendorong pemerataan UKW, SMSI Sumenep juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura.

Menurut Wahyudi, sinergi antara industri hulu migas dengan masyarakat dan insan pers perlu terus dibangun melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami tentu sangat mendukung setiap program kemasyarakatan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura. Harapannya, sinergi ini terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here