Pagar Alam, JNN.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus memperkuat sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat.
Dalam amanatnya, Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan paradigma baru penegakan hukum dan pengamanan wilayah. Ia menekankan bahwa keberhasilan kepolisian tidak lagi semata diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, melainkan dari seberapa efektif kejahatan dapat dicegah sejak dini.
“Kita tidak lagi sekadar bangga karena dapat mengungkap kasus kejahatan. Kebanggaan yang sebenarnya adalah ketika kita mampu mencegah kejahatan tersebut terjadi melalui edukasi dan perubahan pola pikir. Bangunlah komitmen bersama yang kokoh, jangan biarkan segala bentuk gangguan keamanan terjadi di Kota Pagar Alam,” tegas Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel Polres Pagar Alam agar senantiasa hadir dan peka terhadap keluhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa dalam menjaga harmoni wilayah, Polri tidak memerlukan sosok “pahlawan super” tunggal seperti “Superman”, tetapi membutuhkan Super Team yang solid melalui kolaborasi lintas sektoral.
“Berikan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, serta berkeadilan. Jangan pernah lupa bahwa juragan kita adalah rakyat. Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ucapnya. Kapolda turut menegaskan bahwa potensi besar Pagar Alam di sektor pertanian dan pariwisata akan tumbuh optimal bila didukung situasi Kamtibmas yang kondusif.
Menindaklanjuti arahan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa Apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar program atau slogan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata ikatan antara Polri, pemerintah daerah, dan warga.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, Sabuk Kamtibmas ini bukan sekadar program atau slogan seremonial, melainkan ikatan nyata antara Polri, pemerintah daerah, dan warga. Kolaborasi solid Forkopimda dan elemen masyarakat hari ini menjadi bukti bahwa kita semua sepakat untuk merapatkan barisan, menutup rapat segala celah kejahatan, serta menolak segala bentuk provokasi yang ingin memecah belah kerukunan di Bumi Besemah,” papar Kombes Pol Nandang.
Pada akhirnya, Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Pagar Alam menjadi lebih dari sekadar baris-berbaris atau adu kedisiplinan. Kegiatan ini disebut sebagai ikrar kolektif untuk merawat peradaban—melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas dari seluruh elemen penegak hukum dan warga sipil.
Dengan semangat tersebut, cita-cita menghadirkan Kota Pagar Alam yang aman, membahagiakan, serta menyejahterakan diharapkan semakin dekat terwujud. Komitmen itu terus berdenyut seiring gema ajakan: “Nyago Bumi Sriwijaya, Nyago Kota Pagar Alam, Aman Bae!”(Zai)





