Jalur Evakuasi di Depan Hotel Bintang Flores Diduga Ditutup Oknum Suruhan Siheng, Investor Merugi

0
89

Labuhan Bajo, JNN.co.id – Polemik penutupan akses jalan yang berada di depan Hotel Bintang Flores, Labuan Bajo, kembali mencuat. Jalan yang disebut sebagai jalur evakuasi sekaligus akses utama menuju kawasan Golo Mori itu diduga kembali ditutup oleh pihak yang mengklaim memiliki hak atas lahan di lokasi tersebut.

Kuasa dari pemilik lahan di bagian belakang, Ferdi Jumbo, mengungkapkan bahwa akses jalan tersebut sebelumnya telah dibuka tanpa adanya penolakan maupun penghadangan dari pihak mana pun. Namun, setelah jalan berhasil dibuka, tiba-tiba muncul tembok dan palang yang menutup kembali akses tersebut.

Menurut Ferdi, penutupan itu diduga dilakukan oleh orang-orang yang diperintahkan oleh pemilik lahan di bagian depan yang dikenal dengan nama Bapa Siheng.

“Ketika kami membuka jalan itu tidak ada satu pun yang menghadang. Tetapi setelah jalan selesai dibuka, tiba-tiba muncul tembok dan palang yang menutup kembali akses. Kami menduga penutupan itu dilakukan oleh orang-orang suruhan Bapa Siheng,” tegas Ferdi, pada Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, jalan tersebut bukanlah jalan baru yang dibuat secara sepihak, melainkan ruas jalan yang telah memiliki nomenklatur resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Sebagai masyarakat saya mengetahui bahwa jalan ini memang sudah ditetapkan pemerintah. Jalan ini memiliki nama ruas Tuke Ta’i Kaba menuju Bintang Flores dan merupakan jalur utama menuju Golo Mori. Bahkan di lokasi juga terdapat penanda sebagai jalur evakuasi,” jelasnya.

Ferdi mengaku terkejut ketika beberapa waktu lalu menurunkan alat berat untuk membersihkan lokasi pembangunan milik kliennya. Saat proses pembersihan berlangsung tidak ada yang hadang, setelah selesai keeja akses tersebut kembali dipalang.

“Saya sangat kecewa. Ketika alat sedang bekerja membersihkan lokasi tidak ada yang hadang, tiba-tiba kerja telah selesai ada lagi yang memasang palang. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana mungkin ada oknum yang mengklaim dan menutup ruas jalan yang sudah menjadi jalan pemerintah,” katanya.

Menurutnya, penutupan jalan itu tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu rencana investasi di kawasan tersebut.

“Klien saya akan membangun usaha di belakang lokasi itu. Kalau akses jalan terus ditutup seperti ini, tentu sangat merugikan investor. Bagaimana orang mau berinvestasi kalau akses resmi justru ditutup,” ujarnya.

Ferdi berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera mengambil langkah tegas terhadap persoalan tersebut.

“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai pemerintah seolah-olah diatur oleh seseorang. Kalau memang ada sengketa tanah, silakan ditempuh melalui jalur hukum. Tetapi jangan menutup akses jalan yang sudah ditetapkan pemerintah karena itu merugikan masyarakat dan investor,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan dasar penutupan jalan tersebut. Menurutnya, setiap bidang tanah yang memiliki sertifikat tentunya harus memiliki akses jalan yang sah.

“Tidak mungkin seseorang membeli tanah yang sudah bersertifikat tetapi tidak memiliki akses jalan. Karena itu saya juga mempertanyakan apa sebenarnya alasan hingga akses tersebut harus ditutup,” katanya.

Ferdi mengungkapkan bahwa bukan hanya kliennya yang memiliki lahan di kawasan belakang. Masih banyak pemilik tanah lain yang justru mendukung dibukanya akses jalan tersebut.

“Pemilik lahan di belakang antara lain Pak Rio, Pak Budi, Pak Boni, Pak Marianus, Pak Solus, Mr. David, Pak Adrianus, Pak Frans, Pak Herman, dan beberapa pemilik lainnya. Mereka semua mendukung pembukaan akses jalan karena memang itu merupakan kebutuhan bersama,” ungkapnya.

Ia menyebut para pemilik lahan berharap pemerintah segera membuka kembali akses tersebut demi kelancaran aktivitas masyarakat maupun pengembangan investasi di Labuan Bajo.

“Mereka semua mempertanyakan kenapa jalan itu bisa ditutup. Padahal pemerintah selama ini selalu mengajak investor datang ke Labuan Bajo. Jangan sampai hanya karena ulah segelintir oknum, citra investasi di daerah ini menjadi buruk,” ujarnya.

Ferdi menambahkan bahwa investasi merupakan salah satu sektor penting yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Manggarai Barat.

“Saya masih ingat pesan Bupati bahwa pemerintah mendukung penuh setiap investor yang datang ke Labuan Bajo. Karena itu kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan membantu menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai investasi terhambat, karena investasi juga akan menyerap tenaga kerja bagi masyarakat daerah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut melakukan penutupan akses jalan maupun instansi pemerintah terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here