Polri Tingkatkan Kualitas SDM lewat Wisuda Angkatan ke-83 S1, ke-14 S2, dan Doktor STIK Lemdiklat Polri 2026

0
56

Jakarta, JNN.co.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026, yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Acara berlangsung di Kampus STIK-PTIK, Jakarta, pada Rabu (17/6).

Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri,Komjen Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyampaikan bahwa sebanyak 289 wisudawan—terdiri dari lulusan program sarjana, magister, dan doktor—telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas serta kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Menurut Komjen Pol. Panca, peningkatan pendidikan tersebut merupakan upaya Polri agar seluruh personel memiliki pengetahuan yang memadai dan mampu melaksanakan tugas dengan baik melalui pendekatan keilmuan sesuai program pendidikan yang ditempuh di STIK Lemdiklat Polri.

“Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujarnya.

Komjen Pol. Panca menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga selaras dengan rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.

“Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.

“Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.

Pada kesempatan yang sama,Guru Besar STIK Lemdiklat Polri, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menilai bahwa bertambahnya jumlah lulusan—terutama dari program doktoral—akan turut memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.

“Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan

Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri serta harapan Presiden Republik Indonesia.(Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here