Sumenep, JNN.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep resmi menetapkan Desa Lombang, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Langkah ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam membangun sistem pertahanan mandiri untuk meredam risiko bencana di wilayah pesisir.
Bimbingan teknis (bimtek) yang digelar pada 2-3 Juni 2026 ini bukan sekadar seremoni. Sebanyak 35 peserta dari unsur perangkat desa dan masyarakat setempat dilatih secara intensif untuk memahami pemetaan risiko dan manajemen respon cepat di lapangan.
Danramil 0827/14 Batang Batang, Letda Inf Joyo, menegaskan bahwa kemandirian masyarakat adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana.
“Destana adalah wujud pertahanan masyarakat yang mandiri. Sinergi TNI dan warga di sini adalah kunci agar kita tidak lagi gagap saat bencana datang, sehingga kerugian jiwa bisa ditekan sekecil mungkin,” tegas Letda Inf Joyo saat menyampaikan materi, Rabu (3/6/2026).
TNI, lanjut Joyo, berkomitmen penuh mengawal setiap elemen masyarakat agar mampu bertindak taktis saat kondisi darurat terjadi. Ia ingin setiap warga menjadi motor penggerak bagi lingkungannya sendiri.
“Kami melatih masyarakat bukan hanya untuk tahu, tapi untuk sigap. Warga harus menjadi garda terdepan penyelamat bagi diri sendiri dan lingkungannya sebelum bantuan tiba,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep, Camat Batang Batang, serta Kapolsek Batang Batang.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sumenep dalam mewujudkan desa yang adaptif terhadap potensi ancaman bencana di masa depan.(Pendim 0827/Sumenep)





