Tandang Bareng, Diaspora Dijamu Kuliner Khas Suku Osing

0
127

Banyuwangi, JNN.co.Id – Warga Banyuwangi yang bekerja di daerah lain, Senin (23/03/2026) bertemu di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan warga diaspora Banyuwangi itu.

Perwakilan Ikatan Keluarga Warga Banyuwangi (Ikawangi) dari berbagai daerah di Nusantara itu setahun sekali lewat momen diberi kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi.

Dalam acara bertema “Tandang Bareng” itu terasa kental suasana halal bihalal. Dan itulah memang tujuan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk tetap terhubung dengan warganya yang bekerja di daerah lain. Termasuk anggota Ikawangi yang bekerja di luar negeri.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani menyalami semua diaspora yang hadir secara langsung serta berdialog secara daring dengan diaspora yang tidak mudik ke Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran para perantau yang tetap memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadikan momen tersebut sebagai ruang berbagi gagasan dan solusi atas berbagai persoalan daerah.

“Selamat datang di Banyuwangi dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar pikiran. Kehadiran bapak ibu diharapkan dapat memberikan kontribusi solusi atas berbagai tantangan yang kita hadapi bersama. Tak lupa mohon maaf saat pulang kampung masih ada jalan rusak berlubang karena cuaca hujan dan panjang jalan mencapai 2.500 kilometer,” ujar istri mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas itu.

Bupati Ipuk ebih lanjut, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Ia berharap diaspora Banyuwangi dapat turut ambil bagian dalam memajukan daerah, termasuk dengan menjadi duta promosi pariwisata.

“Peran teman-teman Ikawangi sangat penting sebagai duta pariwisata. Ceritakan keindahan Banyuwangi kepada dunia agar semakin banyak orang berkunjung,” sambungnya seraya meluncurkan barcode diaspora banyuwangi sebagai data global warga Banyuwangi yang sedang merantau ataupun bermukim di luar tanah kelahiran atau tanah pernah sekolah maupun kerja.

“Selama ini kami belum memiliki data pasti jumlah warga Banyuwangi yang ada di perantauan. Melalui jaringan global ini, kita bisa saling terhubung dan berkolaborasi,” jelas mantan Putri Jateng ini.

Usai forum dialog, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Para peserta menikmati hidangan khas Banyuwangi, rujak soto, kikil kesrut, sego cawuk, kare ayam dan ragam buah dan kudapan khas termasuk kopi dan sari temulawak.

Tak ketinggalan penampilan tarian dan musik khas. Peserta halal bihalal juga berdendang bersama menyanyikan lagu “Umbul-umbul Blambangan”.

Peserta halal bihalal yang “hadir” lewat aplikasi zoom antara lain dari Spanyol, Belanda, Jepang, China dan Australia.

Ibu Isnain yang tengah berbisnis di negeri Kanguru adalah salah satu diaspora yang mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Bupati Banyuwangi.

“Tahun lalu saya kebetulan bisa hadir di acara halal bihalal di pendopo kabupaten. Tahun ini karena masih ada di Australia, saya mengucapkan terima kasih diberikan kesempatan bermaafan lewat zoom dengan Ibu Bupati,” ujarnya dengan wajah gembira. (Bung Aguk Darsono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here