Mau Umroh? Cukup Tanam 2 Durian Premium

0
96
Stand Pameran Produk Organik karya anggota Jaringan Tani Muhammadiyyah Jawa Timur.

Pasuruan, JNN.co.id – Sekitar 200 utusan laki-laki dan 50 perempuan Jaringan Tani Muhammadiyyah (JATAM), Sabtu (10/01/2026) pagi mengikuti workshop hortikultura. Acara digelar di Kompleks Agro Mulia di Tonggowuh, Jatiarjo, Prigen, Pasuruan.

Workshop bertema “Petani Berkelanjutan Menggali Potensi Unggulan” terselenggara berkat kerja sama Pengurus Wilayah Muhammadiyyah Jawa Timur dan Agro Mulia Prigen.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sulthon Amien, membuka acara dengan mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam agar bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kelangsungan hidup manusia.
Salah satunya dengan cara sosialisasi tiada henti penggunaan pupuk hayati, agar tanah tempat tumbuh aneka tanaman tetap sehat.

Sedianya Sulthon Amien bakal bagi-bagi ilmu bertani durian di acara ini. Namun, karena praktisi durian, Ustadz Anis Azhar dari Blitar berkenan hadir memenuhi undangannya, Sulthon ingin belajar lagi saja bertani durian yang benar.

“Terus terang, durian yang saya tanam banyak yang tidak berbuah. Kalau berbuah pun cuma tidak pernah lebat dan ukurannya kecil,” tuturnya.
“Itu sebabnya mari kita sama-sama belajar bertani durian dari ahlinya,” tambahnya, disambut tepuk tangan meriah peserta workshop.

Yang menarik, para narasumber yang diundang saling menguatkan target yang dicapai dari workshop 7 jam ini.

Ustadz Anis membuka materi presentasi dengan pertanyaan.
“Siapa yang pingin segera umroh? Siapa yang ingin pergi ibadah haji?”

Ratusan peserta workshop pun angkat tangan tinggi-tinggi.

“Kalau ingin umroh cukup tanam 2 pohon durian. Yang ingin naik haji cukup tanam 10 pohon saja. Yang penting, yang ditanam adalah jenis durian premium, sehingga layak ekspor,” jelasnya.

Sedangkan praktisi vanili asal Gresik, Kiswanto, S. Pd, MM bilang, : “Jika Anda ingin umroh sebenarnya cukup memproduksi 10 kilogram vanili Grade A.”

Ia pun menceritakan pengalamannya diundang ke beberapa tempat di Malaysia pada tahun 2022. Dan 3 tahun kemudian diundang lagi ke Malaysia untuk panen dan penanganan pasca-produksi.

Ia bilang dan yakin banyak vanili sintesis beredar di pasar Indonesia. Ini merugikan konsumen. Karena itu ia tunjukkan contoh hasil panen vanili Grade A yang harganya Rp 4,5 juta per kilogram. Per buah vanili yang ia tunjukkan itu bisa dicairkan dengan 20 liter air.

Indonesia pernah menjadi eksportir vanili nomor 1 di dunia, tapi posisi itu kini dikalahkan Madagaskar gara-gara petani vanili Indonesia tak konsisten pada tahap pascapanen.

Sedangkan Dr. Juniawan, MSi, ahli pestisida nabati asal Pasuruan memaparkan betapa dahsyatnya manfaat asap cair dari arang batok kelapa. “Ayo, segera belajar ke saya cara bikin pestisida nabati untuk membasmi jamur, virus dan bakteri yang sering merusak tanaman petani,” tantangnya.
“Saya tahu kader Muhammadiyyah sudah punya banyak sesuatu, tapi kan tidak apa-apa menambah sesuatu,” tambahnya.

Pembicara lainnya adalah Prof. Dr Sigit
Hermawan, SE, MSi, Direktur DRPM Universitas Muhammadiyyah Sidoarjo.

Sementara kader JATAM Sidoarjo, H. Muffidun, memamerkan aneka produk berbahan dasar kacang Sancha Ichi yang kandungan Omega 3-nya 7 kali lebih banyak dibanding ikan salmon.
“Kalau mau anak kita cerdas, teman kita yang sudah berumur tidak cepat pikun, segera hubungi saya. Dijamin lebih hemat dibanding fanatik beli ikan salmon,” katanya dengan penuh semangat.

Mewakili pengurus PWM Jawa Timur, drh. Zainal Muslim, jelang sore, menutup dan menyudahi workshop.
“Dari acara ini ternyata banyak kader Muhammadiyyah yang sudah berkarya untuk /masyarakat dan lingkungannya. Dan itu masih bisa di tingkat, karena masih banyak lahan belum dimanfaatkan. Terima kasih.”

“Pesan saya, jadilah kader yang aware dan tidak menutup diri dengan kemajuan. Marketplace terbukti bisa meraup omset ratusan miliar rupiah. Jika Anda masih jual produk dari rumah ke rumah, dari orang ke orang, ya pasti capek.
” Masjid dan mushola saja jalin silaturahmi dengan TikTok. Pedagang masak enggak?” demikian Zainal Muslimin. (Yami Wahyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here