Meriahnya Puncak Peringatan Hari Jadi ke-820 Tulungagung Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk yang Mengharukan

0
147

Tulungagung, JNN.co.id – Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Jadi ke-820 dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Kamis, (20/11/2025) malam. Acara ini dimeriahkan oleh tiga dalang kondang asal Tulungagung, yaitu Ki Eko Kondo Prisdianto, Ki Sun Grondrong, dan Ki Minto Darsono, yang membawakan lakon “Adeking Indroprasto”. Lakon ini merupakan kisah yang sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan, keadilan, dan pengorbanan, sehingga sangat relevan dengan semangat perayaan Hari Jadi Tulungagung.

Pagelaran wayang kulit ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, SM., jajaran Forkopimda, Sekda, kepala OPD, serta seniman dan budayawan Tulungagung. Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang memadati pendopo.

“Wayang kulit adalah warisan leluhur yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, kebijaksanaan, dan keteladanan,” kata Bupati. “Melalui pagelaran ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya merayakan HUT Tulungagung, tetapi juga merenungkan makna perjuangan dan kebersamaan yang tercermin dalam setiap lakon wayang,” ujarnya.

Bupati berharap agar pagelaran wayang kulit ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di masyarakat. Selain itu, pagelaran ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal serta upaya melestarikan seni tradisi wayang kulit sebagai bagian dari identitas budaya Tulungagung. Dengan diadakannya pagelaran ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur.

Dalam pagelaran wayang kulit ini, ketiga dalang kondang asal Tulungagung tersebut membawakan lakon “Adeking Indroprasto” dengan sangat apik dan menghibur. Penonton yang memadati pendopo sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit ini, dan tidak sedikit yang terharu dengan kisah yang dibawakan.

Pagelaran wayang kulit ini menjadi penutup rangkaian perayaan Hari Jadi ke-820 Tulungagung yang telah berlangsung selama sebulan penuh dengan berbagai kegiatan seni, budaya, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan diadakannya pagelaran ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Tulungagung dalam merayakan Hari Jadi ke-820.(Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here