# Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) memperkuat peran pengurus daerah untuk menghubungkan pelaku usaha lokal dengan akses pasar, teknologi,peningkatan kapasitas, danpeluang kemitraan nasional.
Surabaya, JNN.co.id – (16 Oktober 2026) Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) mendorong penguatan ekosistem bisnis di berbagai daerah melalui peningkatan kapasitas pengusaha, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, dan kolaborasi lintas wilayah.
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, dengan menghimpun sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia.
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional harus dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pengusaha, termasuk pelaku usaha di daerah.
“Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh.
Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas,
produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan.”
Menurut TDA, setiap daerah memiliki potensi usaha, produk unggulan, dan peluang pasar yang berbeda. Namun, pengusaha juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan kapasitas
bisnis, memperoleh akses pasar, memanfaatkan teknologi, dan membangun kemitraan.
Karena itu, pengurus TDA di tingkat wilayah dan daerah didorong mengambil peran sebagai connector, facilitator, dan activator untuk menghubungkan kebutuhan pengusaha lokal dengan jaringan bisnis yang lebih luas.
Dari Pertemuan Komunitas Menjadi Peluang Usaha Ketua Pelaksana MUKERNAS TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal
Rangga Winata, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mampu
mempertemukan pengusaha dengan berbagai peluang kolaborasi.
Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak.”
Melalui jaringan antardaerah, TDA mendorong terbukanya peluang kerja sama bisnis, pertukaran pengetahuan, akses pasar, serta kemitraan dengan pemerintah, lembaga keuangan, korporasi, perguruan tinggi, dan penyedia teknologi.
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pengusaha lokal memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing.
Perkuat Kapasitas dan Pemanfaatan Teknologi Selain memperluas jaringan, TDA memperkuat pengembangan kapasitas pengusaha melalui TDA Academy, yang mencakup pembelajaran manajemen, keuangan, pemasaran,
kepemimpinan, pengelolaan SDM, teknologi, hingga kesiapan meningkatkan skala usaha.
Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, menilai kemampuan
pengusaha menjadi faktor penting dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi.
“Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang.”
Di sisi teknologi, TDA juga mengembangkan TDA One sebagai platform konektivitas untuk
mempertemukan pengusaha dengan pengetahuan, kebutuhan bisnis, pasar, serta peluang kolaborasi.
Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, mengatakan pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.
“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif.”
Program Nasional Didorong Berdampak hingga Daerah MUKERNAS TDA 9.0 mengusung tema.
“Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi.”
Melalui forum tersebut, TDA menekankan pentingnya menerjemahkan arah organisasi nasional menjadi program yang relevan dengan kebutuhan anggota di masing-masing daerah.
Secretary General TDA 9.0, Hendy Windardy, menegaskan bahwa keberhasilan program organisasi perlu diukur dari manfaat yang dirasakan pengusaha Strategi baru berarti ketika diterjemahkan menjadi eksekusi yang terukur dan manfaatnya dirasakan member.”
Dengan dukungan jaringan pengusaha lintas daerah, pengembangan kapasitas melalui TDA
Academy, serta penguatan konektivitas melalui TDA One, TDA berharap semakin banyak pelaku usaha lokal mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan membangun kemitraan.
Ferdian menegaskan, kekuatan jaringan komunitas harus dapat menjadi penggerak
pertumbuhan usaha bersama.
“Kita ingin pengusaha saling terkoneksi, kapasitasnya meningkat, pasarnya semakin luas, dan semakin banyak kolaborasi yang lahir. Ekonomi tumbuh, pengusaha juga harus ikut tumbuh.”
Let’s Go Together. Let’s Connect Together.
TENTANG TDA
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) merupakan komunitas pengusaha di Indonesia. yang mendorong pengembangan kewirausahaan melalui pembelajaran, peningkatan kapasitas
bisnis, jejaring usaha, dan kolaborasi antarpengusaha.
Melalui kepengurusan TDA 9.0, komunitas ini memperkuat empat fokus utama, yaitu kapasitas pengusaha, akses pasar, teknologi, dan kemitraan.(Febri Nasuka)





