Ayam Petelur PTBA Buka Peluang Ekonomi bagi Warga Sirah Pulau

0
46

Lahat, JNN.co.id –  Program budidaya ayam petelur yang dijalankan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) mulai memberikan dampak bagi warga Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Selain mendorong ketersediaan telur untuk konsumsi keluarga, program tersebut membuka peluang tambahan penghasilan sekaligus memberikan aktivitas produktif bagi penerima manfaat.

Salah satunya dirasakan Amat, warga Sirah Pulau yang kini berusia 72 tahun. Di tengah usia senja, Amat justru memiliki kesibukan baru dengan merawat ayam petelur yang dipeliharanya di kandang samping rumah.

“Dari pagi hingga malam hari, saya gunakan untuk memperhatikan pakan dan minum ayam-ayam yang dipelihara di kandang samping rumah,” ujar Amat.

Sebelum mendapatkan bantuan, Amat mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia masih bergantung pada bantuan anaknya.

“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur. Tidak ada pekerjaan tetap, jadi untuk kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya,” ungkapnya.

Kini, rutinitas merawat ayam menjadi aktivitas baru bagi Amat. Ia secara rutin membersihkan kandang dan memastikan kebutuhan pakan serta minum ayam terpenuhi.

Program serupa juga dirasakan Komala (40), warga Sirah Pulau yang merupakan ibu rumah tangga. Menurutnya, keberadaan ayam petelur memberikan manfaat ganda bagi keluarganya.

“Manfaatnya banyak, terutama buat konsumsi sendiri. Telur ayam juga bisa kita jual untuk perekonomian keluarga sehari-hari,” kata Komala.

Komala mengatakan, program tersebut bukan hanya memberikan peluang tambahan penghasilan, tetapi juga menghadirkan kegiatan produktif dalam kesehariannya.

“Manfaat dari ayam petelur bisa untuk kegiatan kita sehari-hari dalam mengolah telur atau menjalankan program ayam petelur,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut terus berkembang sehingga seluruh penerima manfaat dapat mengelolanya secara bersama-sama dan memberikan hasil yang berkelanjutan.

“Terutama yang mengolah ayam petelur bisa sukses berjamaah. Terima kasih buat PTBA yang sudah membantu program ini,” ungkapnya.

Dukung 2.400 Ekor Ayam Petelur

Program Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Budidaya Ayam Petelur Skala Rumahan dan Komunal tersebut dilaksanakan PTBA sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pada tahap awal, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, pembangunan 50 unit kandang skala rumahan dan satu kandang komunal, penyediaan pakan, serta pendampingan teknis oleh tenaga ahli.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya perusahaan menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Perusahaan juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” jelas Eko.

Menurut Eko, masing-masing penerima manfaat memperoleh 12 ekor ayam, satu karung pakan, serta kandang baru yang dibangun di dekat rumah.

Ayam yang diberikan dipilih dalam kondisi siap bertelur sehingga masyarakat dapat lebih cepat merasakan manfaat program.

Awalnya, ayam diperkirakan mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun, dalam pelaksanaannya, ayam justru mulai bertelur pada hari ke-16.

Hingga 31 Agustus 2026 atau 23 hari setelah distribusi, ayam-ayam tersebut telah beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.

“Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, mulai berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Eko.

Ia menambahkan, mulai berproduksinya ayam bantuan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa program telah memasuki tahap penting, yakni memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur,” kata Eko.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak. Masyarakat juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha secara berkelanjutan.

“Yang pasti mereka juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here