Jembatan Bejik Tak Lagi Bikin Warga dan Petani Waswas

0
38

Sumenep, JNN.co.id – Tak ada lagi rasa waswas saat warga melintas di Jembatan Bejik, Dusun Bejik, Desa Tambak Sari, Kecamatan Rubaru. Jembatan bambu yang selama ini licin dan menyulitkan, terutama ketika hujan, kini berganti menjadi jembatan baru yang lebih nyaman dan aman dilalui.

Jembatan tersebut menjadi penghubung antara Desa Tambak Sari, Kecamatan Rubaru, dengan Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep. Pembangunannya merupakan bagian dari program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura dan dikerjakan selama kurang lebih 14 hari.

Bagi masyarakat, jembatan ini memiliki peran penting. Selain menjadi akses penghubung antarwilayah, jalur tersebut setiap hari dimanfaatkan petani untuk menuju lahan pertanian dan membawa hasil panen. Anak-anak juga menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas sekolah.

Sebelum dibangun, warga harus melintasi jembatan bambu yang kondisinya cukup memprihatinkan. Ketika hujan turun, permukaannya menjadi licin sehingga warga harus lebih berhati-hati agar tidak terpeleset. Kondisi itu tentu menyulitkan petani, terutama ketika membawa hasil panen menggunakan sepeda motor.

Perangkat Desa Tambak Sari Fandi Susanto mengatakan, kondisi jembatan lama memang menjadi kendala bagi warga.

“Dulu kalau hujan sangat sulit dilewati. Banyak yang terpeleset saat melintas, apalagi petani yang membawa hasil panen. Naik sepeda juga kesulitan,” kata Fandi, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, keberadaan jembatan baru kini memberikan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang jembatannya sudah nyaman dilalui. Akses petani lebih mudah. Terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan TNI AD yang sudah membangun jembatan di desa kami,” ujarnya.

Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru Sertu Subaidi mengatakan, pembangunan jembatan tersebut berawal dari masukan masyarakat yang membutuhkan akses layak untuk aktivitas pertanian dan pendidikan.

“Jembatan ini dipilih berdasarkan usulan warga. Sebagian besar masyarakat Tambak Sari bekerja sebagai petani, sehingga akses menuju lahan dan membawa hasil panen sangat membutuhkan jembatan yang layak,” jelasnya.

Selama proses pembangunan, masyarakat juga terlibat secara padat karya. Warga bergotong royong membantu pekerjaan sejak awal hingga jembatan rampung.

“Respon masyarakat sangat antusias. Warga ikut membantu dari awal sampai selesai. Gotong royong ini menjadi kekuatan selama pembangunan,” pungkas Sertu Subaidi.

Kini, Jembatan Bejik bukan lagi jalur yang membuat warga cemas ketika hujan turun. Jembatan tersebut menjadi akses baru yang lebih nyaman untuk mendukung mobilitas warga, memperlancar aktivitas petani, sekaligus memudahkan hubungan antarwilayah.(Pendim 0827/Sumenep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here