Pengurus JMSI Banyuwangi Masabakti 2026–2031 Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah

0
79
Di depan Ketua JMSI Jatim, pengurus JMSI Banyuwangi mengibarkan bendera JMSI. (foto: Ist -- JNN co.id)

Banyuwangi, JNN.co.id – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banyuwangi masabakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Santika, Banyuwangi, Kamis (29/7/2026).

Acara pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua Pengurus Daerah JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam.

Ikutn mendampingi Wakil Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas, Jay Wijayanto, dan Sekretaris JMSI Jatim, Purna Budi Nugraha.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, hadir bersama Waka Polresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, Kepala BNNK Kombes Rahmat Kurniawan, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, serta Kepala OJK Jember Aris Budiman, jajaran Forpimda Banyuwangi, pimpinan organisasi media dan pers, ormas, parpol.

Pengurus JMSI Kabupaten Banyuwangi periode 2026-2031 diketuai Subahrodin Yusuf, Sekretaris Dedi Jumhardiyanto, Bendahara Muhammad Yufuf dan para wakil ketua bidang.

Pengukuhan pengurus tersebut dirangkai dengan workshop bertajuk “Menakar Peran Media dan Regulator Dalam Investasi di Daerah”, yang menjadi ruang diskusi strategis antara insan pers, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bertindak sebagai Narasumber CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, dan Kepala OJK Jember Aris Budiman.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan itu memaparkan pentingnya peran media. Menurutnya, pemerintah dapat melahirkan berbagai inovasi, prestasi, dan program pembangunan. Namun, semua itu tidak akan memberikan dampak yang optimal apabila tidak tersampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas.

“Kita punya banyak kegiatan, banyak prestasi, banyak inovasi. Tapi kalau tidak diberitakan, masyarakat tidak akan tahu. Sebaliknya, kalau yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, kepercayaan publik juga akan hilang,” ujarnya.

Ipuk menyebut media memiliki kontribusi besar dalam membangun citra Banyuwangi. Kemajuan sektor pariwisata, investasi, hingga berbagai penghargaan yang diraih daerah tidak terlepas dari peran media yang terus menyampaikan berbagai capaian positif kepada masyarakat.

“Bagi kami, media bukan hanya mitra untuk menyiarkan informasi. Media adalah partner pembangunan. Maju atau tidaknya daerah juga dipengaruhi oleh bagaimana media menjalankan perannya,” katanya.

Dengan menjamurnya pertumbuhan media termasuk IA menurut Bupati Ipuk, masyarakat seakan kelebihan informasi. “Tetapi media pers dengan verifikasi data dan akurasi, akan lebih dipercaya dan dicari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pengda JMSI Jatim Syaiful Anam meminta anggota JMSI Banyuwangi terus menjaga kualitas medianya, baik segi perusahaan maupun konten jurnalistik. Salah satu indikatornya adalah terverifikasi Dewan Pers. Juga kreativitas usaha untuk kesejahteraan, ketahanan dan keberlangsungan media.

Selain itu, Syaiful Anam juga menekankan kemanfaatan media untuk warga Banyuwangi dengan adanya Bidang Pengembangan Potensi Daerah pada struktur kepengurusan.

“Kita hibahkan hidup ini melalui media untuk kesejahteraan warga Banyuwangi,” seru Cak Anam.

Menurutnya, media pers anggota JMSI Banyuwangi bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dan stakeholder yang lain untuk mempromosikan pariwisata, mengangkat produk UMKM lokal, membangun citra positif daerah, dan mengawal transparansi kebijakan publik.

Ketua JMSI Jatim optimis pengurus JMSI Banyuwangi dapat menjalankan organisasi media siber dengan baik karena telah melalui seleksi ketat membentuk kepengurusan.

“Personelnya adalah wartawan berpengalaman, bertugas di lapangan dengan integritas bagus dan mayoritas pengurus PWI Kabupaten Banyuwangi,” tuahnya lagi.

Subahrodin Yusuf, Ketua Pengda JMSI Banyuwangi, menyatakan siap berkolaborasi dan bersinergi dengan siapapun, baik itu sesama perusahaan media, industri, UMKM bahkan pemerintahan termasuk Pemkab Banyuwangi.

Karena JMSI Banyuwangi merupakan kumpulan perusahaan media yang tumbuh selain untuk pertumbuhan ekonomi perusahaan juga demi kemaslahatan masyarakat.

“JMSI Banyuwangi tidak menutup pintu kerja sama, kami siap berkolaborasi. Eksekusinya tidak harus di meja birokrasi. Karena ide dan gagasan yang rumit justru mudah diurai lewat ngopi,” tegas Subahrodin Yusuf. (MYN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here