Belajar dari Prajurit, Binar Squad Serap Nilai Disiplin, Kepemimpinan, dan Ketahanan Pangan

0
60

Sumenep, JNN.co.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tak selalu identik dengan kegiatan di dalam kelas. Binar Junior High School Sumenep memilih menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dengan menggelar program Self Mastery di Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 931/Ksatria Jokotole Sumenep, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, cinta tanah air, hingga pentingnya ketahanan pangan kepada para siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Seluruh peserta yang tergabung dalam Binar Squad tidak hanya menerima materi di ruang aula, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai sektor yang menjadi bagian dari pembinaan satuan TNI.

Sejak tiba di markas batalyon, rombongan siswa disambut hangat oleh prajurit melalui yel-yel penyemangat yang menciptakan suasana penuh antusias. Sambutan tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan sebelum para siswa mengikuti materi bertajuk Bela Negara melalui Ketahanan Pangan.

Komandan Yonif TP 931/Ksatria Jokotole Sumenep, Mayor Inf. Aditya Danang Putranto, S.S.T.HAN., M.I.P., mengatakan pihaknya merasa bangga dapat menerima kunjungan para pelajar yang dinilainya merupakan bagian dari investasi membangun karakter generasi penerus bangsa.

Menurutnya, bela negara tidak semata dimaknai sebagai kesiapan mengangkat senjata, melainkan diwujudkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, semangat berkarya, dan rasa cinta terhadap Indonesia.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa bela negara dimulai dari karakter, kedisiplinan, rasa cinta tanah air, dan kemauan untuk terus berkarya bagi Indonesia,” ujar Mayor Aditya.

Usai menerima materi, para siswa diajak berkeliling markas untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas prajurit. Mereka menyaksikan demonstrasi kemampuan bela diri seperti silat dan mixed martial arts (MMA), mengenal perlengkapan militer, hingga mengunjungi sektor pertanian dan peternakan yang dikelola oleh batalyon.

Di area pertanian, para siswa memperoleh penjelasan mengenai budidaya tanaman pangan dan hortikultura, mulai dari padi hingga berbagai jenis sayuran. Sementara di sektor peternakan, mereka mempelajari pengelolaan ternak lele, kambing, ayam, bebek, dan sejumlah komoditas lainnya yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.

Mayor Aditya menjelaskan bahwa pembelajaran langsung di lapangan menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan kehidupan prajurit secara utuh. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan menjaga pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan merupakan salah satu bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda.

Sementara itu, Kepala Binar Junior High School, Istinah Sandy menyampaikan apresiasi kepada jajaran Yonif TP 931/Ksatria Jokotole atas kesempatan belajar yang diberikan kepada para siswa.

Ia menilai pengalaman tersebut menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual karena siswa dapat menyaksikan langsung berbagai keterampilan yang dimiliki prajurit TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mayor Inf. Aditya Danang Putranto beserta seluruh jajaran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 931/Ksatria Jokotole Sumenep yang telah menerima Binar Squad dengan sangat hangat. Hari ini anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang luar biasa langsung dari para ahlinya,” katanya.

Menurutnya, observasi lapangan menjadi bagian paling berkesan karena memperlihatkan luasnya kompetensi yang dimiliki seorang prajurit, mulai dari kemampuan bela diri, penguasaan keterampilan militer, hingga keahlian mengelola sektor pertanian dan peternakan.

“Anak-anak melihat bahwa seorang prajurit tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan, keterampilan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pengalaman seperti ini menjadi pembelajaran karakter yang sangat bernilai,” ujarnya.

Program Self Mastery sendiri merupakan bagian dari konsep pendidikan karakter yang dikembangkan Binar Junior High School. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pengalaman langsung di lapangan.

Di akhir kegiatan, Mayor Aditya mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat baru ketika kembali ke sekolah. Ia berharap para siswa terus mengembangkan kedisiplinan, menjaga semangat belajar, mencintai tanah air, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa sesuai bidang yang akan mereka tekuni di masa depan.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here