Ribuan Jamaah Tarekat Tijaniyah Banjiri Ponpes Al Amien Prenduan

0
125

Sumenep, JNN.co.id – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep akan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 yang berlangsung 17–19 Juli 2026.

Ketua Panitia, KH Junaidi Rasyidi, menjelaskan, tema kegiatan ini adalah “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah.”

“Acara ini in syaa Allah akan menjadi salah satu pertemuan akbar jamaah Tarekat Tijaniyah terbesar di Indonesia pada tahun 2026,” ujarnya.

Panitia memperkirakan kegiatan ini akan dihadiri sekitar 75.000 hingga 100.000 jamaah yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia serta dari berbagai negara yang memiliki komunitas Tarekat Tijaniyah.

Tarekat Tijaniyah (Ath-Thariqah At-Tijaniyah) adalah salah satu dari gerakan tarekat yang didirikan oleh Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani (1737-1815) yang bernama asli Ahmad bin Muhammad bin Al-Mukhtar At-Tijani.

Pengikutnya banyak tersebar di Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Palestina, Sudan, Mauritania, Senegal, dan Nigeria.

Saat ini, jumlah pengikut Tarekat Tijaniyah di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang.

Tarekat yang berpusat di Fes, Maroko, ini memiliki basis jamaah yang sangat besar dan tersebar luas, dengan konsentrasi terbesar berada di Jawa Barat, Jawa Timur (terutama wilayah Madura dan Tapal Kuda), dan Jawa Tengah.

Beberapa tokoh syurafa’ dan muqaddam Tarekat Tijaniyah internasional yang akan hadir dalam Idul Khotmi di Al-Amien Prenduan, di antaranya yaitu Sayyidi Syarif Muhammad Alhabib (Aljazair), Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah (Aljazair), Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri (Mesir) dan Sayyidi Syekh Muhammad Alhabib Aljakkani (Maroko).

Dari Indonesia, akan hadir sekitar 200 muqaddam Tarekat Tijani dari berbagai provinsi. Selain itu, akan hadir pula tokoh-tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Agama RI, Gubernur Jawa Timur, Bupati empat kabupaten se Madura, dan tokoh masyarakat lainnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, jamaah akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, antara lain wirid lazimah Tarekat Tijaniyah, ijtima’ wadhifah dan hailalah, istighasah dan khalwat Tijani, pembacaan shalawat Fatih berjamaah, manaqib At-Tijani, tausiyah para syurafa’ dan muqaddam, serta halaqah muqaddam seluruh Indonesia bersama syurafa’.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kualitas spiritual jamaah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Kyai Junaidi Rasyidi menyatakan, penyelenggaraan Idul Khotmi tahun ini akan jadi momentum untuk memperkokoh hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus memperkuat persaudaraan dan kecintaan kepada tanah air.

“Melalui Idul Khotmi Nasional ke-234 ini, kami mengajak seluruh jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir yang istiqamah, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan komitmen cinta kepada tanah air sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alaamin.”

Ia menambahkan, bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pakek, Sampang dan Bangkalan serta unsur terkait keamanan dan kesehatan.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA., menyatakan bahwa menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional merupakan amanah besar sekaligus kehormatan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan untuk menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Kami menyambut seluruh jamaah sebagai saudara seiman yang datang untuk memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, dan memperbaharui komitmen pengabdian kepada Allah SWT serta kepada bangsa dan negara.”

Beliau menegaskan bahwa ajaran Tarekat Tijaniyah tidak hanya membentuk pribadi yang dekat dengan Allah SWT, tetapi juga melahirkan insan yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan bangsa.

Selama penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional ini panitia juga menggelar Bazar dan Ekspo yang akan diikuti 121 UMKM dari empat kabupaten se Madura. Panitia menggelar juga kegiatan hiburan berupa gebyar rebana. (Yami Wahyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here