Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Implementasi Ekoteologi di UIN SATU, Dorong Sinergi Pendidikan dan Kelestarian Lingkungan

0
53
Tulungagung, JNN.co.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri kegiatan bertajuk Implementasi Ekoteologi dan Literasi Qur’an dalam Ekosistem Pendidikan Tinggi Islam Berdampak yang digelar di kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (16/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebelum memasuki acara inti, rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penandatanganan prasasti Gedung Laboratorium Terpadu dan Gedung Klinik kampus oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta layanan kesehatan di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Momentum tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu akademik sekaligus pelayanan bagi civitas akademika. Dengan hadirnya fasilitas baru, diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat secara lebih optimal.
Kegiatan ini juga semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang turut memberikan orasi ilmiah. Dalam paparannya, ia mengangkat tema penting mengenai integrasi ekoteologi dan literasi Al-Qur’an dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang berdampak nyata.
Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga mengandung pesan kuat terkait pentingnya menjaga kelestarian alam dan kehidupan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis.
“Ekoteologi merupakan jembatan antara iman dan tanggung jawab terhadap alam. Ini harus menjadi gerakan bersama, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi Islam,” tegasnya.
Selain orasi ilmiah, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi akademik, pemaparan program, serta penguatan literasi Al-Qur’an. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, kementerian, dan institusi pendidikan tinggi Islam. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak, berilmu, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here