Masjid Al Huda Bulusan Kebanjiran Pemudik Capek

0
153

Banyuwangi, JNN.co.id – Mayoritas pemudik yang singgah di Masjid Al Huda Bulusan Kecamatan Kalipuro mengeluh badannya pegal-pegal. Mereka kecapekan setelah berlebaran dan bersiap-siap kembali ke daerah asal masing-masing.

Masjid Al Huda adalah satu dari 48 masjid di jalur arus mudik dan arus balik yang disiapkan Pemkab Banyuwangi sebagai masjid ramah pemudik.

Di masjid-masjid itu pemudik bisa beristirahat dengan nyaman, dapat makan minum gratis dan tersedia tempat bermain anak. Di masjid ini, juga tersedia fasilitas kesehatan, termasuk pengobatan tradisional.

“Teman-teman pemjijat tunanetra yang piket di Masjid Al Huda panen pasien yang mengeluh badannya pegal-pegal. Ya akibat kecapekan setelah perjalanan panjang saat mudik dan arus balik,” ujar Nurhadi Windoyo, Ketua Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI) Banyuwangi.

Windoyo yang menderita tunanetra sejak usia 17 tahun itu menjelaskan, di Masjid Al Huda pelayanan pijat gratis ada dua shift. Pukul 09.00-15.00 dan 15.00-21.00.

Pemijat tunanetra di Masjid Al Huda antara lain Mbah Paijo, Mbah Dewo, Mbak Nur, Atim, Siti, Nurjanah. Yanto, Beti dan Nurul Imam.

“Tapi tunanetra itu tidak identik dengan tukang pijat ya. Karena ada juga penderita tunanetra yang jadi dosen, penyanyi, qori dan guru ngaji,” tambah Windoyo, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, yang dikenal sebagai pemain elektone dan pembuat iklan radio ternama.

Program Masjid Ramah Pemudik yang melibatkan YALI juga didukung Baznas, Kantor Kemenag serta Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Banyuwangi.

Ketua Baznas, Drs. H. Dwiyanto, M.Pd, ikut merasakan pijatan Nurul Imam. “Semoga amal kalian membantu dan meringankan beban para pemudik yang membutuhkan bantuan mendapatkan balasan setimpal dari Allah,” tutur pria asal Lamongan yang pernah menjabat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. (Bung Aguk/Q.Nin/JN-SC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here