Haul Akbar Raja-Raja Madura di Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ingatkan 3 Pondasi Leluhur

0
47

Sumenep, JNN.co.id – Ribuan warga memadati halaman Masjid Jamik Sumenep, Jumat malam (30/10/2026), untuk mengikuti Haul Akbar Raja-Raja Madura dalam rangka Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang digelar Pemkab Sumenep ini dihadiri langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati, Forkopimda, ulama se-Madura dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, keluarga Keraton Yogyakarta, serta para keturunan Raja-Raja Sumenep.

Bupati Fauzi dalam sambutannya menegaskan, haul ini bukan sekedar seremoni, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali 3 pondasi utama yang diwariskan para leluhur: aspek keagamaan, perekonomian, dan sosial.

“Momentum haul ini untuk mengenang jasa dan perjuangan para leluhur, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah yang menjadi identitas kita,” kata Bupati Fauzi.

Ia secara khusus menekankan pentingnya menghormati orang tua, guru, dan para pemimpin terdahulu. Menurutnya, budaya hormat dan sopan santun adalah kunci utama yang diajarkan para raja-raja.

“Agar terus menghormati menghargai yang lebih tua, bukan hanya sekedar orang tua kita, tetapi orang yang lebih tua dan kita selalu diingatkan agar hormat, menghargai, sopan kepada para orang tua, kepada ibu kita, kepada para guru-guru kita semua. Dan hari ini Alhamdulillah para guru-guru kita hadir semua se-Madura, tepuk tangan untuk para guru-guru kita,” ungkapnya.

Cak Fauzi menjelaskan, para pemimpin terdahulu telah meletakkan pondasi yang kuat di berbagai bidang. Di bidang keagamaan, mereka membangun toleransi beragama yang tinggi. Di bidang ekonomi, mereka mengajarkan cara bertani, berdagang dan berwirausaha.

“Bagaimana para pemimpin kita meletakkan pondasi agar memberikan sesuatu yang berarti dalam berkaitan dengan perekonomian,” tuturnya.

Sementara di bidang sosial, nilai gotong royong, kekeluargaan dan hidup rukun terus dijaga hingga kini di Pulau Madura. Bahkan tradisi pernikahan antar kerabat dekat masih lestari sebagai bentuk menjaga silaturahmi.

“Bagaimana seluruh masyarakat di Pulau Madura ini terus diingatkan oleh para pemimpin kita agar terus memupuk damai, menghargai perbedaan agama, toleransi yang sangat tinggi. Itu hanya dijumpai di Pulau Madura ini, seluruh agama pun diberikan tempat yang terhormat,” jelasnya.

Bupati berharap dengan kebersamaan empat kabupaten di Madura, persoalan-persoalan ke depan bisa diselesaikan bersama untuk mewujudkan Madura yang sejahtera.

Haul akbar ini diawali dengan khataman Al-Qur’an sejak pagi hingga siang, dilanjutkan doa bersama dan refleksi sejarah, serta akan dilanjutkan dengan ziarah ke Asta Tinggi makam para Raja Sumenep.

“Terima kasih kepada para pemuda, para kyai yang sudah berkenan hadir pada Hari Jadi Kabupaten Sumenep,” pungkas Bupati Fauzi.(Adv/Tris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here