Sumenep, JNN.co.id – Kemarau panjang membuat warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut sudah dirasakan warga sejak Juli hingga awal Oktober 2026.
Di tengah kondisi itu, Kodim 0827/Sumenep bersama Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Langsar, Senin (5/10/2026).
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari Bakti TNI AD dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Sumenep.
Bagi warga, bantuan air bersih tersebut cukup berarti. Sebab, selama kemarau mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Langsar, Masdarun, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Untuk mendapatkan air bersih, dirinya harus membeli air menggunakan kendaraan pikap dengan biaya sekitar Rp80 ribu.
“Kalau musim kemarau kami beli air pakai pikap. Kurang lebih 2,5 kubik, dipakai selama satu minggu. Bahkan kadang belum sampai satu minggu sudah habis,” kata Masdarun.
Air yang dibeli tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, mandi hingga memenuhi kebutuhan ternak.
“Terima kasih banyak atas bantuan airnya. Semoga berkah dan bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Babinsa Koramil 0827/06 Saronggi Kopda Sugianto mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kemarau.
“Kami berupaya membantu warga yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari,” kata Sugianto.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Baznas Sumenep menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan.
Bantuan 5.000 liter air bersih itu kemudian disalurkan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.(Pendim 0827/Sumenep)





