Dinas PUPR Tulungagung Ikut Monitoring 11 Paket Infrastruktur Senilai Rp22,48 Miliar

0
52

Tulungagung, JNN.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sejumlah pekerjaan konstruksi di wilayahnya. Monitoring dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai kontrak serta dapat diselesaikan tepat waktu.

Kegiatan monitoring tersebut dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kabupaten Tulungagung, Drs. Tranggono D.H., M.M., dengan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Erwin Novianto, S.T., M.T., Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agus Sulistiono, S.T., M.T., serta Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Tulungagung Farid Abadi, S.T.

Monitoring dilakukan di sejumlah lokasi pekerjaan infrastruktur dan ketahanan pangan, salah satunya pembangunan jembatan di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu, Jumat (25/9/2026).

Asisten II Tranggono mengatakan, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan paket pekerjaan konstruksi telah berjalan sesuai dengan kontrak dan mendorong pelaksanaan pekerjaan konstruksi selesai tepat waktu atau tidak ada keterlambatan,” ujar Tranggono.

Menurutnya, terdapat 11 paket pekerjaan konstruksi yang menjadi sasaran monitoring. Paket tersebut berada di bawah empat perangkat daerah, yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Total ada 11 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp22.488.629.892. Paket tersebut tersebar di 16 desa yang berada di empat kecamatan, yakni Boyolangu, Sumbergempol, Ngunut dan Kalidawir,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum pelaksanaan pekerjaan dinilai telah berjalan sesuai dengan kontrak. Bahkan, sejumlah pekerjaan dilaporkan sudah selesai. Meski demikian, masih terdapat beberapa paket yang perlu mendapatkan dorongan percepatan agar penyelesaiannya tidak mengalami keterlambatan.

“Alhamdulillah, secara umum pekerjaan telah berjalan sesuai dengan kontrak dan bahkan sudah ada yang selesai. Namun masih ada paket pekerjaan yang perlu didorong untuk percepatan pelaksanaannya,” ungkap Tranggono.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran monitoring antara lain peningkatan sistem drainase di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu; pembangunan jembatan di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu; pemeliharaan berkala ruas jalan Desa Pinggirsari-Ngantru; serta pembangunan atau rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol.

Selain itu, rombongan juga memantau pelebaran ruas jalan Purworejo-Domasan, pemeliharaan berkala ruas jalan Kacangan-Karangsono, penanganan Long Segment ruas jalan Balesono-Kalidawir, renovasi Puskeswan Kalidawir, penanganan Long Segment ruas jalan Jabon-Joho, serta pemeliharaan berkala ruas jalan Sambidoplang-Miridudo.

Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tulungagung dalam mengawal pelaksanaan pembangunan agar setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah dapat berjalan sesuai perencanaan, memenuhi ketentuan kontrak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Khususnya pada sektor infrastruktur, Dinas PUPR Tulungagung turut memastikan pekerjaan jalan, jembatan, drainase, dan infrastruktur lainnya dapat terlaksana dengan baik serta sesuai target yang telah ditetapkan.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here