Plt Bupati Tulungagung Bela Negara Bukan Sekadar Pertahanan, Tapi Tanggung Jawab Bersama

0
44

Tulungagung, JNN.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin menegaskan bahwa bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Menurutnya, menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, serta ikut berperan dalam pembangunan juga merupakan bagian dari semangat bela negara.

Hal tersebut disampaikan Baharudin saat membuka Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli yang digelar di Hotel Crown Victoria Tulungagung, Kamis (24/9/2026).

“Bela negara pada hakikatnya bukan semata-mata kewajiban dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga sikap dan perilaku setiap warga negara,” ujar Baharudin.

Ia mengatakan, tantangan dalam menjaga ketahanan bangsa saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi yang pesat, perubahan sosial, serta dinamika lingkungan strategis membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, menurut Baharudin, upaya menanamkan kesadaran bela negara tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI dan Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas.

Baharudin juga menekankan agar pemahaman mengenai regulasi dan nilai-nilai bela negara tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyusunan kebijakan, pelaksanaan program pemerintah, pembinaan masyarakat, serta penguatan koordinasi antarsektor.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menegaskan bahwa kekuatan bangsa dalam menjaga keutuhan negara berawal dari kesadaran masyarakat.

“Negara kita sangat luas dan besar. Yang bisa menjaga kita adalah kita sendiri. Karena itu, semangat bela negara harus tumbuh dari seluruh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pembinaan generasi muda melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan TNI maupun lembaga terkait. Salah satunya melalui pengembangan sekolah terpadu yang mengedepankan pendidikan karakter, nasionalisme, serta kedisiplinan.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pembinaan kesadaran bela negara diharapkan dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Dengan demikian, bela negara tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi nilai yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(Adv/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here