Bogor, JNN.co.id – Suasana Seminar Bisnis “Brilian” di Jonggol dipenuhi motivasi dan kisah inspiratif para pelaku usaha. Dalam sesi wawancara media, salah satu tokoh yang menjadi sorotan adalah Hj, Dede Ida Daniati, yang menceritakan perjalanan bisnisnya sejak bergabung dengan P.T, Best Mart Syariah pada tahun 2018,sampai sekarang 2026.
Hj,Dede mengungkapkan bahwa ia memulai langkah bisnis “Brilian” ketika kondisi ekonomi berada dalam titik sulit. Ia mengatakan saat itu harus menghadapi tunggakan rumah dan berbagai tekanan yang membuatnya “terpuruk.”
“Alhamdulillah saya sudah cukup lama menjalankan bisnis Brilian. Saya berawal masuk saat saya dalam keadaan terpuruk, masih punya tunggakan bank rumah,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Baginya, keberhasilan tidak datang secara instan. Keputusan bergabung, lanjut Hj, Dede, berawal dari proses pembelajaran yang ia jalani melalui training dan pelatihan.
“Saat ikut bisnis Brilian ini saya ikut training, ikut pelatihannya. Alhamdulillah Best Mart, jodoh saya. Saya menjalankan dengan berbagai keterbatasan,” ucapnya.
Ia juga menyebut lokasi usahanya di Perum Citra Indah Bukit Akasia, Blok U, 7.No 15, Rt. 04. Rw. 10. Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Pada fase awal merintis, Hj, Dede mengatakan ia menghadapi banyak hambatan, termasuk penolakan dan hinaan dari lingkungan sekitar. Ia menceritakan bahwa pada tahun pertama, ia membangun usaha dengan kondisi yang masih serba terbatas.
“Di tahun pertama, 4 bulan pertama saya membangun usaha ini. Saya waktu itu ke sana kemari masih naik motor butut, tentunya hinaan, makian, cacian orang itu banyak sekali, dan penolakan,” katanya.
Namun, ia memilih untuk terus bertahan dan menjalankan strategi yang dipelajari dari program bisnis tersebut. Ia menuturkan bahwa dalam empat bulan pertama, ia mulai memperoleh reward, sehingga orang-orang mulai melihat bahwa usahanya nyata dan berkembang.
“Akhirnya saya terus lakukan dengan berbagai macam keterbatasan. Alhamdulillah, di 4 bulan pertama saya dapat reward. Dari situ orang mulai melihat bahwa usaha ini real,” lanjutnya.
Untuk memaksimalkan bisnis, Hj, Dede menjelaskan bahwa dirinya berfokus pada produk, edukasi, sosialisasi, serta distribusi. Ia mengaku melakukan pendekatan ke berbagai wilayah, mulai dari desa hingga kota, bahkan sampai luar pulau.
“Dari desa ke desa, dari kota ke kota, bahkan luar pulau, salah satunya Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, kemudian Sulawesi,” ujarnya.
Dari pendekatan tersebut, banyak pihak kemudian menjadi mitra dan menggunakan produk-produk yang ditawarkan. Salah satu hal yang paling ia syukuri adalah meningkatnya repeat order dari para pelanggan.
“Di saat sekarang saya anggap penolakan itu sudah habis. Setiap orang yang saya paparkan dulu, saya dulu juga alhamdulillah, jadi sekarang transaksi repeat ordernya tinggi. Itu kenikmatan tersendiri,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan perkembangan bisnis “Brilian”, termasuk keberadaan kantor dan sistem kerja mitra.
“Usaha ini berkibar, ada beberapa cabang. Kantor pusat Bandung, Tebet Jakarta Selatan. Ada cabang Pekanbaru dan di Malaysia, tapi belum beroperasi,” tuturnya.
Hj. Dede menekankan bahwa sistem kerja mitra berfokus pada jalur distribusi dan promosi, serta membangun relasi dan komunikasi, mulai dari edukasi hingga transaksi agar terbentuk komisi dan reward.
“Jadi selalu kita bangun di usaha ini, bangun relasi dan bangun komunikasi. Kemudian edukasi, terjadi transaksi, terjadilah komisi-komisi dan reward,” jelasnya.
Hj, Dede memaparkan segmentasi produk di bisnis “Brilian”. Ia menyebut terdapat produk pada beberapa bidang, yaitu:
Kesehatan, termasuk Collagen, yang ia jelaskan sebagai antioksidan dan membantu proses peremajaan sel.
Pertanian, meliputi pupuk dan pengendali hama dengan beragam varian sesuai kebutuhan lahan.
Peternakan, berupa nutrisi untuk meningkatkan produksi dan imunitas ternak.
Segmen bunga, yang disebut bermanfaat untuk kulit serta memberikan efek “pencerahan”.
Dalam seminar, ia menyampaikan bahwa kegiatan Home Joda biasanya dihadiri ratusan peserta, sedangkan jumlah anggota terdaftar mencapai puluhan ribu.
“Kalau di home joda ini berkisar 50.yang hadir. Yang sudah terdaftar jadi ID member kurang lebih 22.000-an,” katanya.
Ia juga menyebut sejumlah mitra yang telah mencapai milestone kendaraan dan prestasi dalam timnya.
Selain Hj Dede, seminar juga diisi pemaparan dari Nano, selaku salah satu leader tim Rajawali. Dalam sesi motivasi, Nano mengajak peserta tetap memegang prinsip istiqomah dan fokus, tanpa meninggalkan pekerjaan utama.
“Usaha itu bukan kerja. Kalau masih kerja, kerja lanjutkan. Jangan ditinggalkan, fokus dua-duanya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perjalanan menuju hasil besar memerlukan proses, dukungan tim, serta keyakinan pada sistem dan pembinaan.
Di akhir wawancara, Hj Dede menegaskan bahwa kesuksesan selalu berawal dari kesungguhan, kesabaran, dan syukur kepada Allah.
“Intinya kita selalu bersyukur kepada Allah. Apabila kita bersyukur, insyaAllah semuanya ditambah. Teman-teman jangan kecil hati, jangan menyerah,” tutupnya.
Seminar bisnis di Jonggol ini pun menjadi wadah penguatan bagi para peserta untuk terus bergerak, membangun relasi, dan meraih masa depan melalui ikhtiar serta konsistensi.(Zai)





