Plt Bupati Tulungagung Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Lewat Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dari Sumber

0
66

Tulungagung, JNN.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009, Kecamatan Tulungagung, Jumat (5/6/2026), tersebut dipimpin langsung oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Kelurahan Kepatihan dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa, kelurahan, hingga instansi pemerintah lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, Deputi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, unsur Forkopimda, Kepala UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung, kepala OPD, camat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Lurah Kepatihan Rio Hendrawan Nusantara, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto, ST., M.Si., menjelaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran dan komitmen bersama dalam mengelola sampah secara lebih baik, dimulai dari lingkungan rumah tangga sebagai sumber utama timbulan sampah.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen lainnya.

“Melalui gerakan ini, kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Pemilahan sampah sejak dari rumah merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi lingkungan,” ungkap Anang.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum yang diperingati setiap tanggal 5 Juni tersebut menjadi pengingat penting akan berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini.

Ia menyebutkan bahwa perubahan iklim, pencemaran lingkungan, serta berkurangnya keanekaragaman hayati merupakan persoalan global yang harus ditangani secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Perlindungan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, tema global yang diangkat adalah “Inspired by Nature For Climate, For Our Future” dengan kampanye #NowForClimate. Tema tersebut mendorong pemanfaatan solusi berbasis alam, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ahmad Baharudin menambahkan, kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari sumber merupakan salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

“Perubahan besar selalu diawali dari tindakan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Kesadaran dari tingkat keluarga hingga komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Melalui deklarasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian perubahan iklim melalui berbagai program yang berkelanjutan.

Selain deklarasi Gerakan Ayo Pilah Sampah, kegiatan juga dirangkai dengan peluncuran Instruksi Bupati kepada seluruh instansi dan masyarakat untuk menerapkan pemilahan sampah dari sumber. Acara turut diwarnai penandatanganan komitmen bersama sejumlah lembaga dan instansi terkait dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 10 anak yatim, bantuan tong sampah kepada 10 penerima manfaat, bantuan modal usaha bagi Fatayat NU, serta dukungan pengembangan bank sampah dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Melalui langkah tersebut, Kabupaten Tulungagung menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya peduli lingkungan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here