Operasi Tapal Kuda Perkuat Dominasi Distribusi Makayasa

0
69

Sumenep, JNN.co.id – Rokok MAKAYASA di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara mulai memperkuat jaringan distribusi melalui program bertajuk Operasi Tapal Kuda.

Pergerakan pemasaran MAKAYASA kini memasuki fase pembentukan Distribution Control Area di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Sistem itu membangun koneksi distribusi, repeat order, hingga penguatan jalur pemasaran hidup di tingkat daerah.

Wilayah Jember menjadi daerah dengan penetrasi tertinggi mencapai 80 persen.

Repeat order mulai terbentuk dan jalur distribusi dinilai semakin stabil.

Situbondo dan Lumajang menyusul dengan progres masing-masing 70 persen.

Pergerakan motoris di dua wilayah tersebut disebut mulai agresif dan konsisten membuka titik distribusi baru.

Sementara Bondowoso mencapai 40 persen dan mulai memasuki fase pembangunan pondasi distribusi.

Adapun Probolinggo dan Banyuwangi berada di angka 25 persen dengan fokus pembukaan jalur distribusi awal.

Manajemen MAKAYASA mencatat, kecepatan eksekusi lapangan kini mencapai sekitar 200 outlet baru setiap hari.

Kondisi itu membuat awareness produk semakin meluas dan akses market mulai terbentuk di berbagai wilayah.

Untuk menjaga stabilitas operasi, MAKAYASA membentuk divisi baru bernama MCS atau Makayasa Control System.

Divisi tersebut berfungsi mengendalikan sektor keuangan, distribusi, hingga operasional lapangan agar ekspansi berjalan terukur.

Selain itu, MAKAYASA juga membentuk SKSM atau Satuan Kendali Senyap Makayasa.

Unit internal ini bertugas memantau ritme distribusi, validasi wilayah, serta mendeteksi potensi gangguan operasional.

Owner Rokok MAKAYASA, H. Supriyadi yang akrab disapa H. Adi Makayasa mengatakan, penguatan distribusi menjadi langkah penting membangun market jangka panjang.

“MAKAYASA tidak hanya membangun penjualan. Kami sedang membangun jaringan, jalur distribusi hidup, dan kekuatan market berkelanjutan,” ujar H. Adi Makayasa.

Ia menegaskan, setelah wilayah Tapal Kuda mulai terbentuk, ekspansi berikutnya diarahkan ke Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

“Semua ini baru permulaan. Kami ingin membawa MAKAYASA berkembang lebih luas dengan semangat Dari Desa Untuk Dunia,” pungkasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here