Yayasan Bima Sakti Dorong UMKM Desa Naik Kelas, Program Perikanan Berbasis Digital Hadir di Desa Karangrejo

0
55

Tulungagung, JNN.co.id – Upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Salah satunya dilakukan Yayasan Bima Sakti melalui kegiatan sarasehan budidaya ikan yang digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal, khususnya di sektor perikanan. Tidak hanya memberikan edukasi mengenai teknik budidaya ikan yang baik dan sehat, program ini juga diarahkan untuk membangun sistem usaha yang modern, produktif, serta mampu bersaing di era digital.

Sarasehan yang diikuti kelompok swadaya masyarakat, pelaku usaha perikanan, hingga perangkat desa itu berlangsung dengan penuh antusias. Warga tampak aktif mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi yang membahas pengembangan usaha budidaya ikan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha masyarakat, Yayasan Bima Sakti turut menyalurkan bantuan tunai yang diharapkan dapat menjadi stimulus bagi kelompok usaha perikanan desa agar mampu berkembang lebih optimal.

Manajer Yayasan Bima Sakti, M Adistiya Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya fokus pada pemberian bantuan semata, melainkan juga bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan potensi lokal.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha unggulan desa apabila dikelola secara profesional dan didukung pemanfaatan teknologi digital.

“Program ini bukan hanya tentang bantuan modal, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan. Kami ingin masyarakat desa bisa berkembang, mandiri, dan mampu memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Yayasan Bima Sakti juga mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha perikanan melalui kerja sama dengan berbagai pihak swasta. Dalam program tersebut, masyarakat diberikan pelatihan digital marketing, pengelolaan aplikasi usaha, hingga pemanfaatan layanan berbasis online untuk mendukung pemasaran produk.

Pendampingan yang dilakukan nantinya juga mencakup pengelolaan administrasi usaha, pelaporan keuangan, penguatan manajemen kelompok, hingga strategi pemasaran digital agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkesinambungan.

“Ke depan kami akan terus melakukan pendampingan secara bertahap, mulai dari penguatan manajemen, pencatatan keuangan, hingga digital marketing agar usaha yang dijalankan masyarakat benar-benar berkembang dan memiliki daya saing,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu panitia kegiatan, Soleh Andri Awan, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti besarnya semangat warga dalam mengembangkan usaha perikanan di desa mereka.

Ia menilai kegiatan sarasehan seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antar kelompok masyarakat.

“Kami melihat antusias warga sangat luar biasa. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi ada pendampingan lanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Dalam agenda tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung sejatinya dijadwalkan hadir secara langsung. Namun karena terdapat agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, kehadiran beliau diwakilkan oleh jajaran terkait.

Kegiatan sarasehan tetap berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Karangrejo, Camat Boyolangu, perwakilan Dinas Perikanan dan Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, akademisi dari UIN Tulungagung bersama mahasiswa, hingga pihak swasta yang turut mendukung pengembangan digitalisasi usaha masyarakat desa.

Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha masyarakat desa, khususnya dalam bidang perikanan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat, kelompok usaha di Desa Karangrejo diharapkan dapat tumbuh menjadi unit ekonomi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM desa tidak hanya bergantung pada bantuan modal, tetapi juga membutuhkan pendampingan, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin luas.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here