Panen Raya Desa Kepuh Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan 2026, Desa Jadi Garda Terdepan

0
48
Tulungagung, JNN.co.id – Komitmen menuju kemandirian pangan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui kegiatan panen raya di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kamis (23/4/2026). Agenda ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Kegiatan bertajuk “Menuju Tulungagung Swasembada Pangan 2026” tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama jajaran pemerintah daerah dan para petani setempat.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa panen raya bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kerja keras petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan.
“Kemandirian pangan sangat penting agar kita tidak bergantung pada impor. Jika kebutuhan pokok seperti beras dapat terpenuhi secara mandiri, maka stabilitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat akan lebih terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para petani yang dinilai menjadi aktor utama keberhasilan sektor pertanian di Tulungagung.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama. Harapan kami, kesejahteraan petani terus meningkat dan masyarakat semakin makmur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kepuh, Winarto, menegaskan bahwa capaian panen raya merupakan hasil nyata kolaborasi yang solid antara petani, pemerintah desa, dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Panen raya ini menjadi bukti semangat petani Desa Kepuh yang tetap konsisten mengelola lahan pertanian. Kami di desa terus mendorong kolaborasi dan pendampingan agar produktivitas semakin meningkat,” ungkap Winarto.
Ia menambahkan, pemerintah desa juga terus mendorong diversifikasi pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Kami tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga mendorong pengembangan jagung, sayuran, dan hortikultura. Dengan begitu, ketahanan pangan desa semakin kuat dan pendapatan petani bisa meningkat,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa tren produksi pertanian di daerahnya menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025, produksi padi mencapai sekitar 319 ribu ton, sementara hingga awal 2026 telah menembus 80 ribu ton.
“Kami optimistis tahun ini kembali surplus pangan, melanjutkan capaian sebelumnya yang mencapai sekitar 90 ribu ton,” jelasnya.
Untuk memperkuat capaian tersebut, pemerintah daerah terus menggulirkan berbagai program strategis, mulai dari pelatihan petani, pembangunan dan perbaikan irigasi, hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih unggul.
Selain itu, Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Ia mengingatkan agar penggunaan pupuk dan pestisida dilakukan secara bijak demi menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.
“Jangan sampai keuntungan hari ini justru merusak masa depan. Pertanian harus tetap berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan sinergi yang terus diperkuat dari tingkat desa hingga kabupaten, Tulungagung optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur sekaligus mewujudkan swasembada pangan pada 2026.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here