Polda Sumsel Terapkan Delay System untuk Truk di Jalintim Saat Puncak Arus Balik

0
143

Palembang, JNN.co.id – Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026, Polda Sumatera Selatan menerapkan strategi penundaan perjalanan atau delay system bagi kendaraan angkutan barang di sepanjang Jalur Lintas Timur (Jalintim).

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pribadi pemudik yang kembali ke kota tujuan menjelang dimulainya aktivitas kerja dan sekolah pada Senin (30/3/2026).

Melalui kebijakan tersebut, kendaraan berat seperti truk dan angkutan barang ditahan sementara di sejumlah kantong parkir yang telah disiapkan di titik-titik strategis sepanjang Jalintim.

Kendaraan-kendaraan tersebut tidak dilarang melintas sepenuhnya, melainkan diatur waktu perjalanannya. Pelepasan dilakukan secara bertahap mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari, saat volume kendaraan penumpang diperkirakan menurun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari Operasi Ketupat Musi 2026 dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Musi. Ribuan personel gabungan disiagakan selama 24 jam di pos pengamanan, pos pelayanan, dan titik rawan kepadatan seperti persimpangan utama serta akses keluar masuk wilayah Sumatera Selatan.

Fokus pengamanan berada di Jalur Lintas Timur, khususnya ruas yang melintasi Kabupaten Musi Banyuasin hingga perbatasan provinsi. Jalur tersebut menjadi salah satu rute tersibuk selama arus mudik dan balik karena menjadi alternatif utama selain jalan tol.

Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., mengatakan kendaraan berat ditahan sementara untuk mencegah penumpukan di jalur utama.

“‘Kendaraan berat kami tahan sementara di kantong parkir, kemudian dilepas secara bertahap mulai pukul 22.00 WIB. Ini untuk memastikan arus kendaraan pemudik tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan di jalur utama,’” ujar Anis.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa strategi ini dilakukan demi menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat selama arus balik.

“‘Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan maksimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tepat waktu. Kehadiran Polri di lapangan adalah bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat,’” kata Nandang.

Menurutnya, penerapan delay system didasarkan pada kondisi di lapangan, di mana campuran kendaraan berat dan kendaraan ringan dalam volume tinggi kerap memicu kemacetan panjang dan kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengarahkan truk yang datang pada siang hingga sore hari untuk masuk ke area parkir darurat yang telah disiapkan. Setelah pukul 22.00 WIB, kendaraan dilepas dalam kelompok kecil dengan jarak aman agar tidak membentuk konvoi panjang.

Selain itu, analisis dan evaluasi dilakukan secara real-time untuk memantau kepadatan lalu lintas. Jika terjadi penumpukan kendaraan, jadwal pelepasan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas serta merencanakan perjalanan dengan baik agar terhindar dari titik rawan kemacetan.

Hingga Senin dini hari, kondisi arus lalu lintas di Jalintim dilaporkan masih kondusif. Polda Sumsel berkomitmen melanjutkan pengamanan hingga seluruh arus balik Lebaran 2026 kembali normal.

Versi cetak sudah disusun dengan alur yang lebih ringkas, formal, dan siap dipublikasikan.(R01-R12-Red-BFN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here