Ancaman Keuangan Modern: Predikat Terbaik untuk Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban

0
185

Lembang, JNN.co.id ‐ Ancaman terhadap stabilitas keuangan negara kini tidak lagi hanya disebabkan oleh kejahatan konvensional. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, muncul bentuk kejahatan baru yang bergerak cepat dan lintas negara. Kejahatan ini muncul tanpa wajah dan langsung menembus sistem keuangan. Isu inilah yang membawa Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H. meraih predikat lulusan terbaik dalam bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (novelty) pada Pendidikan Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2.

Predikat tersebut diberikan atas Naskah Strategis (NASTRAP) terbaik yang menawarkan gagasan baru dan penting dalam strategi Polri untuk mengatasi dampak negatif teknologi blockchain. Dalam NASTRAP tersebut, Arsal mengangkat fenomena kejahatan baru yang kini tidak hanya sekadar cyber crime, melainkan telah berkembang menjadi cyber dependent financial crime.

Kejahatan ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan peretasan, pencucian aset digital, dan pengalihan dana lintas yurisdiksi dengan kecepatan tinggi, hampir tanpa jejak, dan sangat sulit diungkap dengan pendekatan konvensional. Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban mengungkapkan, “Kejahatan berbasis blockchain ini bukan hanya persoalan teknologi, tetapi ancaman langsung terhadap sistem keuangan negara.”

Ia menekankan bahwa penanganan kejahatan semacam ini harus bersifat adaptif, kolaboratif, dan berbasis pemahaman mendalam terhadap teknologi blockchain. “Ini bukan kejahatan masa depan, tetapi kejahatan yang sudah terjadi hari ini,” tambahnya.

Penghargaan terhadap NASTRAP Arsal Sahban sejalan dengan transformasi kepemimpinan Polri di era digital. Kasespim Polri Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H, M.A menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Polri saat ini jauh lebih kompleks dibanding periode sebelumnya. “Kita berada di persimpangan zaman yang menuntut perubahan paradigma kepemimpinan,” katanya.

Pendidikan Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2 resmi ditutup pada 17 Desember 2025, dengan 368 peserta didik. Penutupan ini menandai lahirnya para pemimpin strategis Polri yang diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan nasional, termasuk ancaman kejahatan digital dan keuangan yang semakin kompleks.

Dengan raihan NASTRAP terbaik ini, Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban dianggap berhasil menghadirkan perspektif baru tentang peran Polri dalam menjaga stabilitas keuangan negara di tengah akselerasi teknologi global.(Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here