Banyuwangi, JNN.co.id – Nuansa majis bercampur momen rasa haru menyeruak di sela acara tasyakuran Padepokan Suryo Mustiko dan seni topeng Laras Mustoko Jalmo, Selasa (25/11/2025) malam di Dusun Pelantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Acara ini menandai upaya melestarikan Kesenian Tari Topeng yang dibawa 3 bersaudara asal Sumenep – Madura jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke Desa Bayu, kawasan berhawa sejuk di Kabupaten Banyuwangi.

Agar budaya dan kesenian asal Madura itu tetap lestari, pada tahun 1961, kerabat 3 bersaudara asal Sumenep itu mendirikan Sanggar Kesenian Suryo Mustiko. Itu sebabnya kegiatan budaya dan kesenian mamaca, ,saronen dan kerawitan campursari khas Pulau Garam itu tetap eksis di Bumi Blambangan yang juga kaya dengan aneka budaya dan seni tradisional.
Acara malam itu seolah menghidupkan kembali 3 bersaudara: Burau, Salim dan Mujasim
asal Sumenep yang berhasil memadupadankan antara kesenian khas Pulau Garam dengan kesenian asli Blambangan.
Perjuangan ketiganya kemudian dilanjutkan oleh Muraksan, Eko dan Rama Soleh.

Acara b tasyakuran diawali dengan kenduri dan pembacaan tahlil, dilanjutkan ramah tamah dengan suguhan hasil bumi: polo pendhem, polo gantung plus jajanan pasar lengkap.
Dengan nada haru, Danang, mewakili pengurus Sanggar Suryo Mustiko dalam sambutannya memaparkann deretan prestasi duta seni Desa Bayu di berbagai even lomba kesenian, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Tak lupa Danang mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Bayu, Ir. Yulia Herlina yang peduli pada kegiatan seni tradisional asal Madura ini dengan menyumbangkan seperangkat gamelan khas Blambangan untuk Sanggar Suryo Mustiko.
Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina di hadapan para undangan dan Forum Muspika juga larut dalam suasana haru. “Kakek nenek saya juga asal Madura. Saya masih ingat cerita mereka bagaimana suka duka hidup di tanah rantau. Jadi saya juga berterima kasih kepada seniman dan budayawan yang ikut melestarikan budaya Madura di sini,” ujarnya.
Tari Topeng Laras Mustoko Jalmo kini jadi maskot dan tematik Desa Bayu. “Tari topeng Madura ini harus terus ada dan wajib kita lestarikan,” tambah Kades Bayu, yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan para undangan.
Suwito, anggota DPRD Banyuwangi yang hadir pada acara itu bersyukur di Songgon sudah ada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya yakin, kehadiran dapur MBG ini juga berkat partisipasi warga di bidang seni dan budaya.
” Untuk itu saya ingin membantu pengadaan lampu panggung kesenian topeng Madura ini,” ujar Suwito yang mantan anggota Kopassus, yang lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah.
Ia juga berjanji akan berkomunikasi dengan Bupati Banyuwangi agar akses jalan Desa Bayu dibangun dengan paving yang kuat agar tahan lama. (AWN)









