Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni

0
56

Sumenep, JNN.co.id – Upaya menumbuhkan kesadaran keselamatan pelayaran dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan keagamaan. Hal inilah yang dilakukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).

‎Mengusung tema “Menguatkan Iman, Menjaga Keselamatan dan Menghijaukan Bumi”, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi keselamatan pelayaran sekaligus mempererat silaturahmi antara jajaran KSOP Kalianget, kalangan pesantren, dan masyarakat.

‎Kegiatan itu dihadiri Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, serta para pengasuh dan santri Pondok Pesantren Aqidah Usyumuni.

‎Dalam sambutannya, Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas syahbandar, nakhoda, awak kapal, maupun operator kapal. Lebih dari itu, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat.

‎‎“Melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat ini, kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya urusan kapal dan perjalanan di laut. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk mengutamakan keselamatan,” kata Azwar Anas.

‎Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menanamkan pemahaman tentang keselamatan kepada masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan pesantren.

‎Ia menjelaskan, nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren, seperti disiplin, menaati aturan, saling mengingatkan, dan peduli terhadap sesama, memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun budaya keselamatan pelayaran.

‎“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan para santri. Disiplin, taat aturan, dan saling mengingatkan merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di pelabuhan, di atas kapal, maupun di lingkungan pesisir,” jelasnya.

‎Pihaknya juga mengingatkan bahwa, keselamatan harus menjadi prioritas setiap orang ketika melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut. Penumpang diminta mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas dan awak kapal, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.

‎“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi duta keselamatan di lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat. Pengetahuan sederhana tentang keselamatan bisa sangat berarti dan bahkan membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, masyarakat perlu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, terutama ketika berada di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal.

‎Selain keselamatan pelayaran, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Menurut Azwar, laut merupakan anugerah yang harus dijaga bersama karena menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

‎“Laut bukan tempat untuk membuang sampah ataupun melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga laut agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegasnya.

‎Ia menilai, menjaga keselamatan dan lingkungan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran. ‎

‎Dalam kesempatan tersebut, Azwar juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat.

‎Menurutnya, edukasi yang dilakukan pemerintah akan lebih kuat apabila mendapat dukungan dari para kiai dan tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

‎“Kami menyadari bahwa edukasi keselamatan akan semakin kuat apabila tidak hanya disampaikan oleh instansi pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari para kiai dan pengasuh pondok pesantren. Dengan begitu, pesan tentang kedisiplinan, kepedulian, dan keselamatan dapat diterima dengan baik serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

‎Azwar berharap, melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat, para santri semakin memahami pentingnya keselamatan ketika menggunakan transportasi laut sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

‎Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya, kepedulian sebagai kebiasaan, dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.

‎“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, menambah wawasan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan generasi muda yang beriman, disiplin, peduli terhadap keselamatan, dan mencintai lingkungan,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget berharap edukasi keselamatan pelayaran dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga kesadaran untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga kelestarian laut semakin tumbuh, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Sumenep.

Sampai berita ini release kegiatan edukasi keselamatan pelayaran yang dikemas Syahbandar Bersholawat masih berlangsung, dengan beberapa penyampaian oleh narasumber dan dialog interaktif antara santri dan KSOP Kelas IV Kalianget.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here