Sumenep, JNN.co.id – Anak-anak Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kini tidak lagi harus mengandalkan jembatan bambu untuk melintasi akses menuju Desa Lembung Barat. Jembatan yang selama ini menjadi jalur penting warga tersebut kini dibangun lebih kokoh melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026.
Pembangunan jembatan dilakukan Kodim 0827/Sumenep bersama masyarakat secara gotong royong. Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng bersama warga mengerjakan pembangunan selama kurang lebih 30 hari.
Jembatan tersebut memiliki panjang 10 meter dan lebar 2,5 meter. Sebelumnya, warga menggunakan jembatan bambu yang kondisinya terbatas dan cukup menyulitkan ketika dilalui, terutama kendaraan maupun anak-anak yang hendak berangkat sekolah.
Bagi masyarakat Lembung Timur, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik. Akses tersebut menjadi jalur sehari-hari untuk anak-anak menuju sekolah, petani membawa hasil panen, serta warga yang menjalankan aktivitas dan kebutuhan ekonomi.
Salah seorang siswi Desa Lembung Timur, Yeni, mengaku merasakan langsung perubahan tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan baru membuat warga lebih nyaman saat melintas.
“Dulu kalau lewat jembatan bambu harus hati-hati, apalagi saat berangkat sekolah. Sekarang sudah lebih enak dan aman untuk dilewati,” ujar Yeni, Sabtu (26/9/2026) saat dikonfirmasi.
Yeni juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI AD yang telah membangun jembatan di desanya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan TNI AD yang sudah membangun jembatan di desa kami. Semoga jembatan ini bisa terus digunakan dan membantu warga setiap hari,” katanya.
Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng Serka Helmi mengatakan pembangunan jembatan dikerjakan bersama masyarakat dengan mengutamakan semangat gotong royong.
“Yang kami kerjakan ini untuk kepentingan warga. Dulu aksesnya masih menggunakan jembatan bambu, sekarang kami upayakan menjadi lebih kokoh sehingga masyarakat lebih mudah beraktivitas,” kata Serka Helmi.
Ia menambahkan, keterlibatan warga menjadi salah satu kekuatan dalam proses pembangunan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut bergotong royong selama pekerjaan berlangsung.
Dengan berdirinya jembatan baru tersebut, akses penghubung Lembung Timur dan Lembung Barat diharapkan semakin mudah dilalui. Bagi warga, jembatan ini sekaligus membuka akses yang lebih aman untuk pendidikan, pertanian, dan aktivitas sehari-hari.(Pendim 0827/Sumenep)





