Probolinggo, JNN.co.id – Upaya memperkenalkan dunia penelitian dan memperkuat budaya literasi sains di kalangan pelajar terus dilakukan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan “EksploraSains: Satu Hari Jadi Ilmuwan Muda” yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026) tersebut dipusatkan di SAE Innovation & Creative Center (SICC), Kabupaten Probolinggo. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan karya penelitian dan berbagai peraga sains yang dipamerkan.
Acara dibuka oleh Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, S.Pd., M.Pd. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Hestiyono dan Ainy yang mewakili Kepala Perpusip Daerah, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda Fandhi Putra S.E, M.M, jajaran pengurus MGMP IPA SMP, serta tim siswa dari SMPN 1 Tongas, SMPN 1 Dringu, dan SMPN 1 Kraksaan yang bertindak sebagai narasumber atau penyaji.
Peserta juga berasal dari sejumlah sekolah negeri dan swasta, seperti SMPN 2 Kraksaan, SMP Al-Irsyad, SMP Taman Dewasa, SMP Ma’arif NU Kraksaan, serta SMP Taruna Islam Al-Kautsar.
Sejak pagi, suasana kegiatan sudah terlihat semarak. Registrasi peserta dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan dengan penyambutan rombongan. Setelah pembukaan dan pengarahan dari tim MGMP IPA SMP, peserta diberikan kesempatan menggali informasi langsung dari para penyaji mengenai penelitian yang mereka lakukan.
Suasana semakin hidup ketika kegiatan memasuki sesi Ice Breaking & Science Show. Tim MGMP IPA menghadirkan demonstrasi sains yang dikemas secara menarik dan melibatkan sejumlah siswa. Melalui eksperimen sederhana tersebut, peserta diajak memahami bahwa sains dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Like Lidyawati mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan ruang kreativitas seperti SICC dapat dimanfaatkan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan sekaligus menampilkan potensi peserta didik.
“Melalui gelaran Explorasains ini, kami berharap sekolah-sekolah dapat bergantian memanfaatkan gedung SICC sebagai ruang ekspresi dan ajang penyaluran talenta siswa-siswi kita. Untuk para pelajar mulai dari tingkatan PAUD, SD, hingga SMP teruslah berlatih dan berani bereksperimen mengembangkan potensi yang dimiliki,” Ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan semacam ini mampu membuka pandangan masyarakat mengenai beragam kemampuan yang dimiliki para pelajar.
“Kegiatan ini juga menjadi pencerahan bagi masyarakat bahwa anak-anak kita memiliki beragam kemampuan luar biasa yang perlu terus dipupuk dan didukung. Mari bersama-sama memberikan dorongan terbaik agar pendidikan di Kabupaten Probolinggo semakin maju dan berkembang pesat, baik di bidang akademik maupun non-akademik.” pungkas Like Lidyawati.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti “Jelajah Zona Interaktif”. Para siswa dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok A, B, dan C. Setiap kelompok kemudian berpindah dari satu booth ke booth lainnya dengan durasi sekitar 10 menit.
Di Zona A, peserta diperkenalkan dengan penelitian “DABAR OIL”, yakni ekstrak daun bawang merah sebagai alternatif minyak penyedap makanan. Karya tersebut merupakan kolaborasi SMPN 1 Dringu dan SMPN 1 Tongas dengan bimbingan Retno Irawati, M.Pd. dan Yenni Kurniati, S.Pd.
Selanjutnya, Zona B menampilkan inovasi “LILIAC JANTAH”, sebuah penelitian mengenai efektivitas pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapis bawang merah. Karya dari SMPN 1 Dringu tersebut berada di bawah bimbingan Anggarini Dian P, M.Pd.
Sementara itu, Zona C menghadirkan berbagai alat peraga edukatif hasil karya SMPN 1 Kraksaan dengan bimbingan Lusi Widyastutik dan Kedawung Senja. Beberapa di antaranya berupa model peraga DNA, alat peraga pompa hidrolik, serta Electricity Generation statis dengan memanfaatkan media buah jeruk.
Setelah seluruh rangkaian jelajah selesai, peserta mengikuti dokumentasi bersama di spot foto ilusi optik dan memberikan tanggapan melalui papan refleksi evaluasi.
Melihat respons positif serta tingginya antusiasme peserta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo mendorong agar inovasi seperti DABAR OIL dan LILIAC JANTAH dapat dikembangkan lebih lanjut melalui program Kewirausahaan Sains Sekolah atau Sciencepreneurship.
Kegiatan EksploraSains juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Program tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo.
Dengan pendekatan yang menggabungkan penelitian, praktik, kreativitas, dan interaksi langsung, EksploraSains menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan pengalaman riset kepada pelajar sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berani mencoba, menemukan, dan menghasilkan inovasi.(Poerwandi)





