Di Balik Pembangunan Rutilahu Warga Pasongsongan, Ada Peran Babinsa

0
45

Sumenep, JNN.co.id – Tumpukan batu bata dan adukan semen terlihat memenuhi lokasi pembangunan rumah milik Sujib di Dusun Sempong Timur, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (20/6/2026).

Di tengah proses pembangunan itu, seorang prajurit TNI tampak ikut mengangkat material dan menyusun bata demi bata bersama warga.

Prajurit tersebut adalah Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan, Kopda Domairi Efendi. Ia turun langsung membantu pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Sujib yang kini memasuki tahap pemasangan dinding.

Kehadiran Babinsa di lokasi bukan sekadar menjalankan tugas pembinaan wilayah. Lebih dari itu, menjadi wujud kepedulian TNI terhadap warga yang sedang berjuang mewujudkan hunian yang lebih layak bagi keluarganya.

“Rumah yang layak adalah kebutuhan dasar setiap keluarga. Karena itu, kami berupaya hadir dan membantu semampu kami agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan meringankan beban pemilik rumah,” kata Domairi.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara TNI dan rakyat sekaligus menjaga budaya gotong royong yang menjadi ciri masyarakat pedesaan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu ada di tengah-tengah mereka. Bukan hanya saat ada persoalan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan bantuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bagi Sujib, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan harapan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarganya. Karena itu, bantuan yang datang dari Babinsa menjadi suntikan semangat tersendiri.

“Saya sangat bersyukur karena Pak Babinsa ikut membantu pekerjaan ini. Tenaga yang beliau berikan sangat berarti bagi kami, apalagi pembangunan rumah membutuhkan banyak biaya dan tenaga,” ujar Sujib.

Ia mengaku kehadiran Babinsa membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat dibandingkan jika hanya dikerjakan sendiri bersama keluarga.

“Yang membuat saya terharu bukan hanya bantuannya, tetapi kepedulian yang ditunjukkan. Kami merasa tidak sendirian dalam membangun rumah ini,” tuturnya.

Pemasangan batu bata yang dikerjakan secara gotong royong tersebut menjadi langkah awal menuju berdirinya hunian yang lebih layak. Di balik susunan dinding yang mulai tegak, tersimpan semangat kebersamaan antara TNI dan warga yang terus terjaga di pelosok desa.(Pendim 0827/Sumenep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here