Plt Bupati Tulungagung Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit Bersih Desa Gedangan sebagai Upaya Lestarikan Budaya Lokal

0
141
Tulungagung, JNN.co.id – Nuansa budaya yang kental berpadu dengan semangat kebersamaan mewarnai Balai Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat malam dalam rangkaian tradisi Bersih Desa. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh makna, terlebih dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang turut menyaksikan secara langsung pagelaran wayang kulit bersama masyarakat.
Pagelaran yang menjadi puncak acara ini menghadirkan dalang ternama asal Jawa Timur, Ki Minto Darsono, yang membawakan lakon “Pari Kesit Dadi Ratu”. Pertunjukan berlangsung dengan khidmat sekaligus menghibur, menarik perhatian ratusan warga yang dengan antusias mengikuti jalannya cerita hingga larut malam.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Gedangan dalam menjaga kelestarian tradisi leluhur. Ia menegaskan bahwa Bersih Desa bukan sekadar agenda rutin, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tradisi Bersih Desa atau sedekah bumi merupakan warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.
Tradisi Bersih Desa sendiri merupakan bagian dari budaya masyarakat agraris yang telah berlangsung secara turun-temurun di berbagai wilayah Jawa, termasuk Tulungagung. Rangkaian kegiatan biasanya diisi dengan doa bersama, kenduri, hingga pagelaran seni tradisional seperti wayang kulit yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai kehidupan.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Campurdarat, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur ini semakin memperkuat suasana kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.
Selain menyaksikan pertunjukan, Plt Bupati juga berinteraksi langsung dengan warga, menunjukkan kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat. Pagelaran wayang kulit dalam tradisi Bersih Desa Gedangan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap hidup, lestari, dan relevan di tengah arus modernisasi.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here