Bupati Tulungagung Buka Diklat Sistem Perencanaan Dasar di Fisipol UGM

0
123

Tulungagung, JNN.co.id – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Perencanaan Dasar Kabupaten Tulungagung yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada, lantai 4, Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 27-29 Januari 2026.

Kegiatan diklat tersebut diikuti oleh aparatur perencana dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Turut hadir Dekan Fisipol UGM Dr. Wawan Mas’udi, S.I.P., M.P.A., Direktur Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) Fisipol UGM Dr. Arie Ruhyanto, Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., serta Guru Besar Bidang Tata Kelola Kebijakan Publik Prof. Dr. Gabriel Lele.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci penting dalam menghadirkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, berbasis ilmu pengetahuan, dan adaptif terhadap dinamika pembangunan,” ujar Gatut Sunu Wibowo.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Fisipol UGM dan PPKK atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan diklat, tetapi dapat berkembang ke berbagai bentuk kerja sama lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dekan beserta seluruh jajaran. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat kita kerja samakan dan kolaborasikan,” katanya.

Bupati berharap diklat ini mampu meningkatkan kapasitas aparatur perencana di seluruh perangkat daerah, baik dari sisi pemahaman teknis maupun kemampuan berpikir analitis dan strategis.

“Melalui diklat ini, saya berharap para staf yang menangani perencanaan tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu melakukan analisis yang komprehensif terhadap berbagai isu pembangunan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan diklat sebagai momentum pembelajaran berkelanjutan.

“Jadikan diklat ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta memperkuat jejaring antarperencana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sebagai perencana pembangunan, belajar adalah proses yang tidak boleh berhenti,” pungkasnya.

Diklat Sistem Perencanaan Dasar Kabupaten Tulungagung ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Aris/Prokopim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here