Wacana Pembangunan Terowongan Istiqlal, Eggi Sudjana : Toleransi Kita Baik Baik Saja, Jokowi Jangan Lebay

0

Jakarta, JNN.co.id – Pembangunan ” Infrastruktur sosial” yang diwacanakan Presiden Jokowi menghubungkan Istiqlal – Katedral Jakarta dibawah tanah akhir akhir ini menambah polemik baru di mata masyarakat Indonesia.

Hal tersebut memancing kritikan dari beberapa pihak termasuk datang dari Penasehat Korlabi/AAB di Jakarta, Dr. H. Eggi Sudjana,. SH.M.Si.

Ia menyebutkan, ” Istiqlal dengan Katedral baik baik saja, terowongan hanya buang duit, lbh baik utk jembatan anak2 ini yg hanya ingin sekolah ” ujar Dr. H. Eggi Sudjana, M.Si kepada media, ( 16/2) Minggu Pagi.

Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) tersebut mengatakan Jokowi Lebay & mengada ngada, karena tidak perlu ada terowongan antara istiqlal & Katedral, sebab yang ke Istiqlal tidak perlu lewat katedral, begitu juga sebaliknya. ” Masing masing punya pintu & jamaah sendiri ” ujar Eggi.

Jika alasan untuk toleransi, maka tolerasi Istiqlal & Katedral sudah lama terbangun tanpa terowongan fisik.

Lagi pula terowongan dengan biaya milliyaran rupiah hanya pemborosan uang negara ” Sudah banyak utang boros lagi. Ratusan miliyar rupiah. Padahal masih banyak rakyat di daerah butuh bantuan pembangunan jembatan yang putus ” imbuhnya.

Seperti halnya kasus jembatan gantung di Aceh, yang dibangun beberapa tahun lalu tersebut lantai yang terbuat dari kayu mulai lapuk dan patah, sehingga sangat membayakan warga yang melintasi jembatan tersebut.

Jembatan gantung yang penghubung dua Gampong (Desa) yakni Desa Siurai-Urai dan Desa Koto Indarung, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan kondisinya darurat dan sangat memprihatinkan.

Ironisnya, walau lantai jembatan tersebut sudah lapuk dan membayakan untuk dilalui, tapi anak-anak sekolah, guru dan masyarakat terpaksa menggunakannya karena tidak ada jalan lain untuk menuju pusat Kecamatan setempat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“ *Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen)* , pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata,  *_“Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?”_* Beliau menjawab, *_“Lantas siapa lagi?”_*

[HR. Muslim no. 2669, dari Abu Sa’id Al Khudri.]

dan Beliau bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

*_“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”_*

[HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269.]

” Adanya terowongan tersebut juga dikhawatirkan nantinya akan ada orang orang yang tidak berpakaian islami dari halaman Gereja masuk halaman Mesjid”, tutupnya. (Icha/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here