Royal Token Gelar Training for Leader Jalankan Program Roadmap

0

Jakarta, JNN.co.id – Anggota Komunitas Royal Token di Pulau Jawa, Minggu (13/10) pagi hingga sore mengikuti Training Teknik NLP (Neuro Linguistics Programming) dan Product Knowledge terkait Royal Token.

Acara Training for Leader yang diadakan di EDOTEL Campus, Buduran, Sidoarjo diikuti 55 orang dari berbagai kota di Jawa dan Jakarta. Dari Jawa Timur peserta diwakili peserta dari Trenggalek, Bojonegoro, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Situbondo, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Situbondo dan Probolinggo.

Promotor Royal Token Indonesia, Suyitno, menjelaskan, lembaga Royal Token yang diawakinya memiliki tagline Blockchain Education & Social Media Platform.

Yang dikerjakan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai seluk-beluk dunia Cryptocurrency atau bisnis aset digital. Contohnya bisnis Bitcoin, Etherereum, INMAX, AK12, Royal Token dan lain-lain.

Suyitno menjelaskan, cepat atau lambat, mau tidak mau, masyarakat Indonesia akan sampai dan masuk ke bisnis aset digital.

“Beda dengan bisnis Crypto pada umumnya, Royal Token selalu memulai dengan edukasi. Penyampaian informasi yang benar bisnis aset digital itu yang seperti apa,” kata  Suyitno, pria asal Trenggalek yang kini fokus bisnis aset digital.

Ia tambahkan, aset digital yang bernama Bitcoin (BTC) mulai dikenal publik di Indonesia sejak 2009. Itu berarti sudah 10 tahun informasi soal aset digital sampai ke telinga masyarakat. Tapi, menurut informasi terakhir, baru 1,7 juta orang Indonesia (di seluruh dunia hanya tercatat 35 juta pebisnis Crypto) yang sudah menerjuni bisnis Cryptocurrency.

“Yang menyedihkan, 60 persen dari 1,7 orang Indonesia yang menekuni dunia Cyrpto jadi korban penipuan,” ungkap Suyitno.

Itu sebabnya, Royal akan membuat Komunitas Pemilik Token RYL. Anggota komunitas Royal Token diwajibkan terlebih dulu ikut edukasi. Jangan memutuskan untuk membeli atau menjual aset digital sebelum menekuni bisnis Crypto. Nah, belajar dulu Crypto yang benar, kalau mau mulai bisnisnya silahkan. Royal Token juga bisa membantu dan melayani jual beli aset digital,” tambah Suyitno.

Sesuai aturan main bisnis Crypto di seluruh dunia, Royal Token, manajemen selain harus menyewa mesin Blockchain (Royal Token menyewa Etherereum) dan membuat rencana serta program kerja kerja riil (Roadmap) setiap tahun.

Training for Leader I adalah program pertama Royal Token untuk mewujudkan rencana kerjanya hingga kwartal ke-4 tahun 2020.

Materi training Teknik NLP disampaikan pakar NLP dan Hypnosis, Shollihudin Al Arif (Sidoarjo) , Product Knowledge Royal Token oleh Warsiman Syumanjaya dari Jakarta.

Iman, panggilan akrab Warsiman Syumanjaya, adalah anggota Tim Advisor Manajemen Royal Token. Ia sampaikan, sesuai Roadmap yang dibuat Manajemen Royal Token, in sha Allah 8 bulan ke depan, jumlah anggota Komunitas Royal Token sudah berjumlah 20.000 orang.

“Melihat cara kerja dan kekompakan Tim Royal Token Sidoarjo dan Jawa Timur, saya yakin GBHN yang dibuat Manajemen Royal Token semuanya bisa dikerjakan,” ujar Iman, disambut tepuk tangan meriah peserta training.

Rangkaian acara yang diatur apik membuat peserta Training for Leader Royal Token Tingkat I bertahan di ruang training selama 8 jam.

Yang juga luar biasa, CEO ROYAL TOKEN, Tri Ratna Fauziah, juga mau melibatkan dirinya secara langsung dalam aktivitas kepanitiaan Training for Leader Royal Token. (yw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here