Landmark Baru Segera Lahir Tahun 2021, Kota Lhokseumawe Akan Menjadi Kota “Sydney” Nya Provinsi Aceh

0

Jakarta, JNN.co.id – Pegiat Sea Studies, Muhammad Ichsan mengapresiasi Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Kota Lhokseumawe, H. Suaidi Yahya – H. Yusuf Muhammad terkait percepatan pembangunan Jembatan ke III, Jembatan evakuasi Pusong Kandang.

Jembatan tersebut nantinya ditargetkan akan mulai dikerjakan tahun 2021. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana penghubung tersebut sekitar Rp 284 Miliyar.

Adapun alasan jembatan itu sangat dibutuhkan karena saat terjadi bencana alam hanya ada dua pintu keluar untuk evakuasi yaitu jembatan masuk kota di Jalan Merdeka Timur dan pintu keluar di Jalan Merdeka Barat.

Putra daerah asal Lhokseumawe yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Kajian Kewilayahan Asia Tenggara (Sea Studies) di Universitas Indonesia tersebut telah lama mengimpikan sebuah gebrakan Walikota dan Wakil Walikota khususnya terkait pembangunan Infrastruktur baru di kota yang pernah jaya sejak 1976-2000 an dengan sebutan kota petro dollar. ” Alhamdulillah, nantinya kita harapkan Jembatan Evakuasi Penghubung Desa Pusong – Desa Kandang ini menjadi “Landmark” baru Kota terbesar kedua di Provinsi Aceh seperti Kota besar di Sydney Australia ” . Ujar Ichsan ke media, (16/2).

Jika dipantau dari udara dan google maps, memang benar Kota Lhokseumawe (Pulau Seumawe) dulunya sebagai Kota pelabuhan tempat persinggahan kapal kapal dagang dilintasi dengan krueng (Sungai) Cunda. Kota Lhokseumawe jika benar benar dipoles infrastrukturnya akan mirip suasana di kota Sydney Australia ditambah dengan hadirnya “Landmark” baru Jembatan Pusong-Kandang (Pudang).

Sebelumnya Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( Wamen PUPR), John Wempi Wetipo, Sabtu 15 Februari 2020 meninjau lokasi yang akan dibangun jembatan Pusong, Kecamatan Banda Sakti, ke Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Kepada wartawan, Wamen Jhon Wempi menjelaskan bahwa akan berusaha mewujudkan pembangunan jembatan ini. Pihak balai diharapkan mempersiapkan semua data yang diperlukan. Untuk tahun ini tentu tidak bisa diproses pembangunannya tetapi tahun depan (2021) akan direalisasikan. Sebab, data baru masuk pada pihak kementerian dan akan dihitung ulang besaran dana yang diperlukan.

Dalam kunjungan tersebut Wamen PUPR didampingi anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Ruslan M Daud. Sedangkan dari pihak Pemko Lhokseumawe hadir Sekdako T Adnan, Ketua DPRK Ismail A Manaf, dan para pejabat yang lain.(Mi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here