GmnI Solo : Kembalikan Marwah Gerakan GmnI

0

Ambon, JNN.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Surakarta yang lebih dikenal dengan GmnI Solo, dalam perhelatan Kongres GmnI XXI di Ambon mengajak seluruh DPD dan DPC GmnI Se-Indonesia untuk mereposisi GmnI yaitu mengembalikan marwah gerakan pada tempat semula yaitu menjadi organisasi nasionalis

Saat ini tantangan besar bangsa terutama mengenai radikalisme dan intoleransi merupakan tugas besar GmnI untuk membumikan Panca Sila di kampus dan di kampung, sebagaimana Bung Karno kata yang selalu terucap adalah Persatuan itu modal utama bangsa ini ujar Arifin, Pengurus DPC GmnI Solo ini.

Ruwanda Saputro Ketua DPC GmnI Solo menambahkan organisasi gmni sebagai organisasi pergerakan yang berangkat dari hati nurani mahasiswa dimana ketika rakyat dirugikan gmni harus masuk dalam permasalahan tersebut, kita tidak mempersoalkan siapa yang salah dan siapa yang benar namun ketika rakyat dirugikan kita gmni harus masuk disitu, karena sebenarnya rakyat tertindas oleh sistem bukan karena rakyat males dan tidak tau hal tentang administrasi hanya saja karena tertindas oleh system jadi rakyat selalu merasa benar soalnya memang rakyat tidak memiliki informasi dan akses dalam hal mengadvokasi dirinya sendiri sehingga gmni sebagai organisasi pergerakan harus mau terjun ke dalam isu dan masalah di masyarakat Itu yang kita tekankan dalam reposisi. Kami mempunyai best practise dalam persoalan – persoalan advokasi rakyat baik dari generasi sebelum kami maupun saat generasi kami seperti persoalan penggusuran atau sengketa lahan, pencemaran lingkungan dan buruh dll.

Disana kami berdiskusi dengan rakyat, belajar bersama dengan rakyat, mengkaji dan menulis persoalan bersama rakyat, publikasi persoalan tersebut dengan media, terkadang malah media yg mencari berita untuk mengetahui masalah sebenarnya, melakukan Advokasi baik audiensi stakeholder, aksi massa maupun pengaduan – pengaduan ke pihak terkait seperti Ombudman, Komnasham dll serta pendampingan litigasi dipengadilan dengan menggandeng LBH ujar Ruwanda

Ruwanda mengatakan bahwa dalam reposisi juga akan di breakdown dalam tiga komisi tadi Organisasi, Politik dan Kaderisasi dalam forum kongres. Kami akan memperjuangkannya dikembalikan lagi ke gmni sebagai organisasi kolektif kolegial karena format DPP saat ini sangat mudah di ombang ambingkan dan diarahkan ke prakmatisme dan kita harus keluar dari situ dan harus kembali lagi ke dalam sifat kita yaitu kolektif kolegian dan diharapkan ada kesetaraan dalam presidium dengan musyawarah bukan hanya pemimpin yang menentukan sikap dan kami mengajak seluruh DPC-DPC SE Indonesia mengultimatum dan melawan setiap tindakan pengkerdilan pikiran melalui pembonsaian, perintah-perintah oleh oknum-oknum alumni atau senior yang mana seharusnya senior atau alumni ikut keputusan tertinggi yaitu keputusan DPV, keputusan DPD, DPP aktif bukan sebaliknya.

Delegasi Kongres GmnI Solo lainnya Oki Andrianto menambahkan selain alumni/senior harus menjaga demarkasi gerakan GmnI juga tidak boleh ada intervensi antar OKP atau wadah berhimpun OKP dan organisasi alumni sekalipun kedalam perhelatan Kongres GmnI, Kongres GmnI harus menghasilkan keputusan dan ketetapan untuk kemajuan gerakan GmnI kedepan dengan Manifesto Gerakan, Program Aksi dan AD-ART yang mencerminkan progresifitas gerakan.

Program aksi tersebut tentunya menciptakan sumber daya GmnI yang Intelektual organik, melek teknologi dan kekinian, namun tetap dalam turunan azas perjuangan ujarnya.(Ruwanda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here