522 Pelajar Ikut Kemah 7 Bahasa

0

Cepu, JNN.co.id – Lulusan SMK Agrobisnis Al Ittihad Cepu dijamin mahir berbahasa Inggris.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Kemah 7 Bahasa, Agung Rapsa, Jumat (11/10), usai pembukaan acara perkemahan yang diikuti 522 siswa SD, SMP dan SMA dari Blora (Jateng) serta Tuban dan Bojonegoro (Jatim).

Selama 3 hari hingga Minggu (13/10), peserta kemah akan saling berinteraksi menggunakan 7 bahasa: Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, Perancis dan Korea.

Agung, pemilik kursus bahasa di Cepu, Kabupaten Blora, selama ini sudah membuktikan, ternyata tidak terlalu sulit mengajari siswa SD – SMA untuk menguasai 7 bahasa asing itu.

“Kebanyakan peserta perkemahan 7 bahasa ini adalah lulusan tempat kursus bahasa di Cepu dan Tuban.

Kemah 7 Bahasa ini diadakan di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Di lokasi perkemahan ini tahun depan akan berdiri SMK Al Ittihad Cepu.

Agung Rapsa menambahkan, meski SMK yang didirikan ini jurusan Agrobisnis, lulusannya nanti dijamin minimal menguasai 4 bahasa asing, yaitu bahasa Inggris,  Mandarin, Jepang dan Arab.

Jika keempat bahasa wajib yang diajarkan bisa dikuasai lebih

cepat, siswa itu boleh belajar 3 bahasa lainnya, yakni Jerman, Perancis dan Korea. “Tapi lulusan SMK Al Ittihad nanti selain belajar Agrobisnis diwajibkan menguasai 4 bahasa. Kalau mau nambah 3 bahasa lagi silahkan, tapi 4 bahasa yang wajib harus dikuasai dulu,” ujar Agung, yang ayah 4 orang anak usia sekolah ini.

Agung mengaku terinspirasi dari ide Kampung Inggris di Pare, Kediri (Jatim). Setelah diujicobakan di Pondok Bahasa Tuban, ternyata banyak guru sukarelawan yang bisa mengajar 7 macam bahasa.

“Saya coba buka lembaga kursus bahasa, hasilnya ternyata sama. Akhirnya saya ingin mendirikan SMK jurusan Agrobisnis, tapi lulusannya nanti punya kelebihan, minimal bisa berkomunikasi dengan 4 bahasa,” jelas Agung Rapsa.

Ia berharap, peserta perkemahan 7 bahasa yang sebelumnya sudah pernah kursus bahasa yang sama, tertarik mendaftar jadi siswa SMK Al Ittihad yang dibuka mulai tahun ajaran 2020/2021.

Kata Agung, negara Indonesia sudah masuk percaturan dunia global. Kalau semakin banyak penduduk negara ini yang bisa berbahasa asing, hal itu sangat menguntungkan.

“Dengan menguasai bahasa asing, siswa SMK Al Ittihad juga bisa mendapatkan referensi pembelajaran Agrobisnis di negara lain,” demikian Agung Rapsa.(yw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here