Tingkatkan Ketahanan Negara, BNN Gelar Pelatihan Internasional

0

BOGOR, JNN.co.id – Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia. Disamping letak geografisnya yang sangat strategis, Indonesia memiliki perkonomian yang terbilang tinggi. Ini menjadi daya tarik bagi sindikat narkotika untuk memperluas pasar gelapnya di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya jumlah narkotika yang disita dari jarinan internasional yang berhasil dibongkar tim penegak hukum di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, saat membuka Pelatihan Internasional bagi Penegak Hukum Narkotika atau yang disebut dengan “International Training For Law Enforcement” (INARCELL), di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Sukabumi, Senin (4/11).

Menurut Heru, diperlukan strategi dan sinergitas dari berbagai pihak dalam menghadapi permasalahan tersebut. Namun Heru mengakui adanya keterbatasan dalam pelaksanaannya. Maka itu BNN mengglar pelatihan dengan melibatkan beberapa instansi kementerian/lembaga dan negara-negara mitra dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

“Pelatihan internasional ini merupakan salah satu bentuk penguatan Rencana Aksi Nasional serta tindak lanjut memorandum of understanding yang telah dibuat BNN dengan negara mitra serta kementerian/ lembaga terkait sebagai wujud komitmen bersama dalam P4GN”, ujar Heru dalam sambutannya.

Heru menambahkan pelatihan ini juga menjadi wadah sharing informasi, dan meningkatkan kerjasama serta membangun jejaring dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Pelatihan yang diikuti oleh aparat penegak hukum narkotika dari beberapa negara seperti Arab Saudi, Timor Leste, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Kolombia, Papua Nugini dan Seychelles (negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia) diharap dapat meningkatkan kerja sama dibidang intelijen dengan seluruh negara yang terlibat.

Dalam penyelenggaraan INARCELL ini, BNN juga bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Polri untuk bersama-sama mengikuti pelatihan. Hal tersebut bertujuan agar seluruh peserta mendapatkan pemahaman yang sama tentang permasalahan jaringan dan profiling serta situasi terkini narkotika secara nasional maupun internasional.

Diakhir acara, beberapa delegasi diajak untuk melakukan penanaman pohon di kawasan PPSDM sebagai simbol sinergitas bersama yang akan tertanam dibenak seluruh pihak yang terlibat. Dengan harapan, seluruh negara dan institusi yang terlibat akan memiliki ikatan yang kuat dalam mewujudkan visi misinya dalam memberantas penyalahgunan dan peredaran narkoba. (mansyur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here